Setahun yang lalu, kepanikan melanda basis penggemar Liverpool. Jürgen Klopp telah pergi, aktivitas transfer sunyi senyap, dan para pengamat meramalkan mereka akan kesulitan. Namun, lompat ke hari ini: Liverpool adalah juara bertahan Liga Premier dan sedang dalam belanja gila-gilaan senilai lebih dari 300 juta. Sebuah perubhan strategi yang dramatis.
Jadi, pertanyaan besarnya adalah: bagaimana mereka bisa menghabiskan uang sebanyak ini? Dan mengapa klub yang terkenal dengan kebijakan transfer hemat dan cerdas ini tiba-tiba terjun ke pasar yang irasional? Jawabannya adalah sebuah mahakarya perencanaan finansial jangka panjang, sebuah strategi yang mirip dengan cara seorang pemain profesional mempersiapkan diri untuk turnamen parlay bola besar.
(more…)






