Muller Jagokan Olise dan Mbappe di Ballon d’Or 2026

Written by

in

,

Thomas Muller menjagokan Michael Olise dan Kylian Mbappe sebagai dua kandidat teratas untuk memenangi Ballon d’Or 2026. Legenda Bayern Munich itu mengaku paling terkesan pada performa individu kedua pemain tersebut dan menilai keduanya layak berada di barisan terdepan. Nama pemenang trofi individu paling bergengsi di dunia sepak bola itu sendiri baru akan diumumkan pada 26 Oktober mendatang.

Ballon d'Or

Yang membuat pernyataan Muller menarik adalah siapa yang ia lewati. Di antara nama-nama yang lebih dulu dijagokan, ada Harry Kane, mantan rekan setimnya di Bayern Munich, serta Lamine Yamal yang berstatus juara Piala Dunia. Muller tidak menoleh ke keduanya, melainkan memilih pemain Bayern lain, yakni Olise, untuk melengkapi pilihannya bersama Mbappe. Pendapat itu ia sampaikan lewat newsletter pribadinya, sebagaimana dikutip Sky Sport Germany.

Kombinasi Spektakel dan Ancaman Gol Jadi Pertimbangan

Dalam tulisannya, Muller menjelaskan bahwa penilaiannya bertumpu pada kualitas individu yang ia saksikan langsung sepanjang musim. Ia menyebut ada dua pemain yang performanya paling mengesankan, yaitu Olise dan Mbappe, yang ia gambarkan sebagai partner Olise di Piala Dunia. Keduanya, menurut Muller, sama-sama mampu menghadirkan tontonan menarik tanpa mengorbankan ketajaman di depan gawang.

“Bagi saya, ada dua kandidat yang performa individunya paling mengesankan, yaitu Michael Olise dan partner luarnya di Piala Dunia, Kylian Mbappe,” tulis Muller. “Keduanya memadukan spektakel dengan ancaman gol. Secara detail, mereka mampu tampil efisien lewat keluwesan dan kekuatan, sekaligus membuat semuanya terlihat luar biasa mudah.”

Muller menambahkan bahwa kombinasi semacam itu adalah ciri khas pemain kelas dunia. Menurutnya, ada unsur yang sulit dijelaskan secara teknis, yakni sentuhan keajaiban yang membuat perbedaan besar terasa begitu alami. “Bagi saya, itulah bahan dasar seorang pemain kelas dunia. Semuanya memang butuh sedikit sentuhan keajaiban,” ujarnya.

Rekor Olise yang Mengubah Standar Pemain Sayap

Pilihan Muller terhadap Olise bukan tanpa dasar angka. Sepanjang musim 2025-26, penampilan Olise membantu Bayern Munich meraih gelar Bundesliga dan DFB-Pokal. Ia menutup kompetisi liga dengan 34 keterlibatan gol, hasil dari 15 gol dan 19 assist, sebuah rekor baru untuk seorang pemain sayap sejak Opta mulai mengumpulkan data di kasta tertinggi Jerman pada 2004-05.

Hanya Kane yang mencatat kontribusi gol Bundesliga lebih banyak dari pemain asal Prancis itu, dengan 41 keterlibatan. Catatan Olise tidak berhenti di kompetisi domestik. Di Liga Champions, ia tampil dalam 13 pertandingan dan menyumbang lima gol serta tujuh assist, angka yang menegaskan konsistensinya di panggung Eropa.

Momentum itu ia bawa ke Piala Dunia. Olise menjadi pemain pertama dalam catatan sejarah sejak 1966 yang menorehkan tujuh assist dalam satu edisi turnamen. Capaian tersebut memperkuat argumen Muller bahwa performa Olise bukan sekadar hasil dari sistem klub, melainkan kualitas individu yang bertahan di level kompetisi paling ketat.

Mbappe dan Rekor Sepanjang Masa di Piala Dunia

Di sisi lain, Mbappe punya pembuktian yang tak kalah kuat. Pada musim panas lalu ia menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan 22 gol. Sejak awal musim lalu bersama Real Madrid, ia telah mencetak 50 gol hanya dalam 52 pertandingan, rasio yang menunjukkan betapa produktifnya ia di level klub.

Dibandingkan pemain lain di lima liga top Eropa, hanya Kane yang mencetak lebih banyak gol klub dari Mbappe dalam rentang waktu yang sama, yaitu 67 gol. Perbandingan ini memperlihatkan bahwa persaingan di puncak benar-benar ketat, dan pilihan Muller berada di antara nama-nama dengan angka paling mencolok.

Kombinasi antara rekor internasional Mbappe dan konsistensinya di Madrid membuatnya sulit diabaikan dalam perdebatan juara. Namun, seperti halnya Olise, ia tetap harus bersaing dengan sejumlah nama besar lain yang juga masuk dalam daftar nominasi resmi Ballon d’Or 2026.

Dampak bagi Peta Persaingan Ballon d’Or 2026

Dukungan Muller memberi bobot tersendiri pada kandidat Olise dan Mbappe. Sebagai pemain yang telah meraih banyak gelar dan menyaksikan langsung persaingan di level tertinggi, pandangannya kerap menjadi rujukan dalam diskusi soal kualitas individu. Pernyataan itu juga menyoroti bahwa Kane, yang secara angka sangat produktif di Bundesliga, tidak otomatis menjadi pilihan utama meski tampil konsisten.

Hal serupa berlaku bagi Lamine Yamal, yang berstatus juara Piala Dunia. Keputusan Muller melewati dua nama besar itu menunjukkan bahwa penilaian terhadap Ballon d’Or 2026 tidak semata bertumpu pada raihan kolektif atau rekor gol semata.

Menariknya, Muller turut menyoroti awal musim 2026-27 Olise. Sejauh musim ini berjalan, Olise telah mencatat 11 keterlibatan gol di semua kompetisi, terdiri dari delapan gol dan tiga assist, termasuk hat-trick ketika Union Berlin dibekuk 7-0 sebelum jeda internasional. “Bukan hal baru bagaimana ia mengonversi peluang dari luar kotak penalti, tetapi tetap saja itu selalu enak ditonton,” kata Muller menambahkan.

Konteks Lebih Luas dan Langkah Berikutnya

Daftar nominasi resmi Ballon d’Or 2026 telah diumumkan melalui akun resmi @ballondor pada 8 September 2026. Dengan pengumuman pemenang yang baru dijadwalkan pada 26 Oktober, masih ada ruang bagi performa di awal musim untuk memengaruhi penilaian akhir para pemilih.

Karena itu, awal musim yang apik seperti yang ditunjukkan Olise bisa menjadi nilai tambah tersendiri. Ia menunjukkan bahwa performa musim sebelumnya bukan sekadar lonjakan sesaat, melainkan bagian dari konsistensi yang berlanjut ke kompetisi baru.

Perdebatan tentang siapa yang paling layak menggenggam trofi pun masih terbuka lebar. Nama-nama seperti Olise, Mbappe, Kane, dan Yamal sama-sama punya argumen kuat, tergantung sudut pandang mana yang dipakai untuk menilai.

Yang jelas, pernyataan Muller menjadi salah satu suara berpengaruh dalam diskusi jelang pengumuman. Ia tidak sekadar menyebut nama, tetapi juga menjelaskan alasan di balik pilihannya, mulai dari kualitas individu hingga kemampuan menghadirkan momen spektakuler.