Rencana Tottenham Disetop Pengadilan Tinggi
Keputusan dewan setempat yang mengizinkan Tottenham Hotspur membangun pusat latihan baru di sebuah taman di London utara resmi dibatalkan oleh hakim Pengadilan Tinggi. Langkah ini merupakan kemenangan bagi kelompok pegiat lingkungan yang menentang proyek pembangunan fasilitas latihan Tottenham di Whitewebbs Park, Enfield.
Gugatan diajukan oleh Guardians of Whitewebbs, kelompok kampanye yang menyebut keputusan Enfield Council memberikan izin perencanaan untuk akademi sepak bola wanita dan anak perempuan di lahan seluas 6,5 hektar (16 acre) di Whitewebbs Park adalah ilegal. Mereka mengklaim dewan melanggar aturan saat mengambil keputusan karena para anggota dewan tidak mendapatkan informasi lengkap mengenai dampak lingkungan dari proyek tersebut.

Argumen Kelompok Kampanye: Informasi Dirahasiakan
Dalam sidang di London pada Juni lalu, pengacara para penggugat menyatakan bahwa dewan “secara material menyesatkan” para anggota dewan. Mereka tidak diberi akses terhadap laporan ahli ekologi Giles Sutton yang justru memperingatkan bahwa klaim manfaat lingkungan dari proyek itu bertentangan dengan kenyataan. Sutton menulis bahwa meskipun ia tidak menentang rencana tersebut, menerima klaim Spurs bahwa lokasi itu akan menguntungkan lingkungan adalah “kontraproduktif” karena sekitar 40% taman akan hilang.
Kelompok kampanye juga menuduh adanya “kemungkinan bias” dalam keputusan tersebut karena Spurs memiliki akses “tak tertandingi” ke pejabat senior dewan selama proses pengajuan izin. Namun, tuduhan ini kemudian ditolak oleh hakim.
Sikap Dewan dan Klub
Enfield Council, yang saat itu dikuasai Partai Buruh namun kini diperintah oleh adminstrasi minoritas Konservatif, menarik pembelaannya terhadap gugatan tersebut bulan lalu. Sementara itu, Tottenham Hotspur terus menentang tantangan hukum ini. Klub berargumen bahwa gugatan seharusnya ditolak karena hasilnya “pasti akan sama” seandainya informasi yang hilang diberikan. Mereka juga menyebut tuduhan bias sebagai “sangat berlebihan”.
Klub telah menyetujui sewa 25 tahun untuk lokasi tersebut pada 2023 — sebuah keputusan yang sebelumnya gagal digugat di Pengadilan Tinggi pada 2024 — dan dewan memutuskan menyetujui permohonan perencanaan pada Februari tahun lalu. Rencana tersebut mencakup pembangunan 10 lapangan sepak bola dan pekerjaan lain di taman yang letaknya dekat dengan fasilitas latihan pria Spurs.
Putusan Hakim: Keputusan Dibatalkan, Tuduhan Bias Ditolak
Dalam putusan pada Senin, hakim Sir Tim Kerr dari Pengadilan Tinggi membatalkan keputusan menyetujui rencana tersebut. Ia menemukan bahwa hasil “bisa saja berbeda” jika semua informasi relevan tentang skema itu tersedia. Hakim menekankan bahwa kegagalan dewan mematuhi aturan bersifat “serius” dan para anggota dewan “secara material disesatkan” karena tidak disertakannya laporan Sutton.
Namun, hakim menolak tuduhan mengenai potensi bias. Ia menyebut argumen kelompok kampanye “lemah” dan menyatakan bahwa “hubungan yang bersahabat” antara dewan dan klub adalah “normal mengingat fungsi dan kepentingan yang tumpang tindih”.
Tanggapan Pihak Terkait
James Maurici, pengacara yang mewakili Spurs, menyatakan bahwa pandangan Sutton hanyalah “pernyataan belaka” dan bahwa Guardians of Whitewebbs “gagal memberikan bukti” bahwa mereka dirugikan oleh kegagalan dewan menyediakan dokumen tersebut. Namun, hakim tidak sependapat.
Alessandro Georgiou, pemimpin Konservatif Enfield Council sejak Mei 2026, mengatakan dewan sangat senang dengan putusan ini. “Kami mengatakan akan melindungi Whitewebbs Park dari proposal yang tidak dapat diterima ini, dan kini kami akan melanjutkan rencana yang mencerminkan kebutuhan masyarakat setempat dan juga melestarikan serta melindungi area penting Enfield ini,” ujarnya.
Kesimpulan: Dampak bagi Pembangunan Fasilitas Latihan Tottenham
Putusan ini menjadi pukulan berarti bagi rencana pembangunan fasilitas latihan Tottenham di Whitewebbs Park. Meskipun Spurs masih bisa mengajukan ulang permohonan dengan menyertakan informasi lingkungan yang lengkap, langkah dewan yang kini bersikap menolak proyek menimbulkan ketidakpastian baru. Keputusan pengadilan menegaskan pentingnya transparansi dalam proses perizinan pembangunan, terutama yang berdampak pada ruang terbuka hijau. Kasus ini juga menjadi pengingat bagi klub-klub besar bahwa dukungan dewan tidak otomatis menjamin kelancaran proyek jika prosedur hukum tidak diikuti dengan cermat.
