Sebastien Pocognoli masih belum merasakan kemenangan sejak menangani timnas Skotlandia. Starting XI Skotlandia vs Makedonia Utara pun menjadi teka-teki yang harus ia pecahkan pada laga ketiga Grup B1 Liga Negara di Nacionalna Arena Toše Proeski, Skopje, Sabtu 3 Oktober pukul 19:45 BST. Dua pertandingan sebelumnya berjalan pahit: Skotlandia ditahan imbang 0-0 oleh Slovenia di Ljubljana, kemudian takluk 3-0 di kandang sendiri dari Swiss.
Hasil itu membuat lawatan ke Skopje terasa jauh lebih penting dari sekadar laga rutin. Makedonia Utara adalah tim dengan peringkat terendah di Grup B1 dan sudah menelan kekalahan dari Swiss maupun Slovenia, sehingga inilah peluang paling realistis bagi pelatih berusia 39 tahun asal Belgia tersebut untuk membuka keran kemenangan. Pocognoli sendiri tengah menjalani kamp internasional empat pertandingan pertamanya dengan janji memberi kesempatan seluas mungkin kepada para pemain untuk menunjukkan kemampuan. Namun, skorsing yang menimpa Jack Hendry memastikan ia tidak bisa memakai susunan yang sama seperti sebelumnya.

Lini Belakang Tanpa Jack Hendry
Hendry, bek tengah milik Al-Ettifaq, menerima kartu merah cepat ketika melawan Swiss. Bermain dengan sepuluh orang sejak sekitar menit ke-10 membuat rencana Pocognoli berantakan, karena sistem tiga bek yang ia usung terpaksa ditinggalkan demi menahan gempuran lawan. Kini bek tersebut menjalani hukuman skorsing, sehingga minimal satu perubahan sudah pasti terjadi di lini pertahanan Skotlandia.
Meski situasinya mendesak, meninggalkan formasi tiga bek tampaknya bukan pilihan yang diambil Pocognoli. Ia diperkirakan ingin memberi sistem andalannya itu kesempatan kedua untuk benar-benar menyatu, mengingat skema tersebut nyaris tidak pernah berjalan normal setelah Hendry diusir dari lapangan. Pilihan pemainnya pun cukup beragam.
Stephen Welsh dari Swansea City sudah menjadi starter di Slovenia dan masuk sebagai pengganti lebih awal pada laga Selasa lalu. Scott McKenna dari Dinamo Zagreb tercatat bermain penuh 180 menit di dua pertandingan dan tidak tampil mengecewakan. Sementara itu, Luis Binks dari Brondby menjalani debutnya melawan Swiss dan langsung memperlihatkan bahwa ia tidak canggung berada di level ini.
Tersisa satu nama yang belum pernah mencicipi debut bersama Skotlandia, yaitu Luke Graham. Rekrutan musim panas Stoke City berusia 22 tahun itu bisa jadi mendapat kesempatan pertamanya jika Pocognoli ingin menyegarkan lini belakang.
Aaron Hickey dan Nasib Nathan Patterson
Rekam cedera Aaron Hickey membuat Brentford enggan mengambil risiko memainkannya dua kali dalam sepekan. Itulah alasan pemain berusia 24 tahun tersebut diistirahatkan menghadapi Swiss, dan kini ia berpeluang kembali ke starting XI. Namanya disebut-sebut sebagai solusi paling logis untuk mengisi ruang yang ditinggalkan Hendry.
Menariknya, sejumlah pengamat di program Sportsound BBC Radio Scotland mendorong Hickey digeser ke posisi bek tengah kanan. Alasannya bukan sekadar menambal pertahanan, melainkan membuka ruang bagi Ben Gannon-Doak, winger cepat yang dianggap belum dimanfaatkan secara maksimal. Konsekuensi dari langkah itu adalah keluarnya Nathan Patterson dari posisi wing-back kanan.
Patterson, pemain Torino, memang menjalani malam yang sulit saat berhadapan dengan lini depan Swiss beberapa waktu lalu. Di sisi sebelahnya, kapten Andy Robertson dari Tottenham Hotspur ditarik keluar dan digantikan Josh Doig dari Sassuolo pada 15 menit terakhir laga yang sudah nyaris mustahil diselamatkan. Meski begitu, hampir tidak terbayangkan Robertson kembali diistirahatkan di Skopje.
Kesempatan Start untuk Ben Gannon-Doak
Gannon-Doak termasuk pemain yang paling sering disebut dalam perdebatan soal susunan pemain. Pemuda 20 tahun milik Bournemouth itu terus bergelut dengan minimnya menit bermain di level klub, dan situasi serupa juga mengikutinya di Skotlandia sejak Pocognoli mengambil alih. Sejauh ini ia belum dipercaya mengisi posisi di starting line-up.
Perannya sebagai pengganti, khususnya di Slovenia, membantu Skotlandia meningkatkan daya serang setelah jeda. Ketika tim bermain bertahan total di babak kedua melawan Swiss, ia juga memperlihatkan kemauan turun membantu pertahanan, sesuatu yang sering diragukan dari tipe pemain cepat seperti dirinya. Karena laga di Skopje dipandang sebagai pertandingan wajib menang demi menjaga peluang menyalip Swiss di puncak atau setidaknya finis kedua, kecepatan dan kelincahan Gannon-Doak dinilai sebagai elemen yang harus ada sejak menit awal.
Josh McPake adalah alternatif dengan karakter serupa di sisi sayap lain. Namun pemain Heart of Midlothian berusia 25 tahun itu diperkirakan masih harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan debutnya bersama tim nasional.
John McGinn dan Persaingan di Lini Tengah
Selama Scott McTominay masih absen, komposisi lini tengah Skotlandia hampir memilih dirinya sendiri. Billy Gilmour dari Napoli tampil menonjol di kedua pertandingan di era Pocognoli, sementara kapten Bologna, Lewis Ferguson, efektif menjalankan tugas-tugas kotor untuk melindungi barisan pertahanan. Duet ini sepertinya sulit diganggu gugat.
Jika ada satu posisi yang terancam, itu adalah milik John McGinn. Gelandang Aston Villa berusia 31 tahun tersebut sudah lama menjadi tulang punggung Skotlandia dan kerap menjadi ancaman gol terbesar tim, tetapi dalam dua laga terakhir pengaruhnya menurun. Jadwal padat bersama klub di kompetisi domestik dan Eropa diduga ikut menguras tenaganya.
Masalahnya, tidak ada pengganti yang benar-benar menonjol untuk peran nomor 10. Ryan Christie, yang juga berusia 31 tahun, belakangan justru lebih efektif saat ditempatkan sebagai gelandang bertahan bersama Bournemouth. Sementara itu, gelandang muda Udinese Lennon Miller (20 tahun) dan pemain Blackburn Rovers Kristi Montgomery (22 tahun, belum pernah tampil di tim senior) bahkan belum mendapat kesempatan masuk sebagai pemain pengganti.
Oli McBurnie atau Wajah Baru di Lini Depan
Pocognoli bisa saja membuat kejutan dengan kembali ke pendekatan dua winger yang sering dipakai pendahulunya, Steve Clarke. Skema itu berarti hanya ada satu striker tunggal, atau satu penyerang yang ditarik mundur ke peran nomor 10. Pilihan taktik ini akan sangat menentukan siapa yang layak mengisi ujung tombak.
Oli McBurnie terbukti efektif di peran tersebut pada babak kedua melawan Slovenia. Meski begitu, sejauh ini Pocognoli lebih memilih memainkan dua penyerang sekaligus. Striker Hull City berusia 30 tahun itu kembali tampil mengesankan melawan Swiss sebelum kehabisan tenaga di babak kedua, dan ia akan merasa kurang beruntung bila tidak diberi start ketiga berturut-turut setelah dipanggil kembali dari masa absen panjang di level internasional.
Apabila Pocognoli memutuskan untuk menurunkan tenaga segar, Robbie Ure dari Sevilla dan Kieron Bowie dari Sassuolo sudah menunjukkan sekilas kemampuan bahwa mereka bisa menjadi ancaman di level ini. Bowie khususnya kurang beruntung, karena sempat menyumbang beberapa sentuhan apik sebelum dikorbankan lebih awal untuk menutupi lubang akibat kartu merah Hendry.
Kiper: Titik Lemah yang Belum Tuntas
Posisi kiper masih menjadi titik terlemah Skotlandia hingga kini. Craig Gordon, yang mendekati akhir karier penuh cedera, sudah pensiun, sehingga Angus Gunn mengambil alih status sebagai pilihan utama tanpa pesaing. Pemain berusia 30 tahun itu memang lebih rutin bermain di level klub setelah pindah dari Nottingham Forest ke San Jose Earthquakes pada musim panas lalu.
Kendati demikian, penampilannya belum sepenuhnya bebas dari kritik. Ia disorot atas proses terjadinya gol pertama dan gol ketiga Swiss dalam kekalahan di kandang. Sorotan itu memunculkan pertanyaan apakah Pocognoli berani mengambil risiko melakukan perubahan di posisi yang paling sensitif.
Pilihan alternatif yang tersedia justru terbatas:
- Scott Bain baru mengoleksi empat caps dan pernah melakukan kesalahan mencolok, meski tengah menikmati performa bagus bersama Falkirk musim ini.
- Liam Kelly belum mendapatkan menit bermain di klub karena masih menjadi pilihan kedua di Rangers.
Pertanyaannya, apakah Pocognoli mau menanggung risiko mengganti kiper hanya karena Makedonia Utara diperkirakan tidak seberbahaya Slovenia atau Swiss? Keputusan ini bisa menjadi pertaruhan besar bagi kariernya bersama Skotlandia.
Keputusan yang Menentukan Arah Skotlandia
Dari lini belakang hingga ujung tombak, Pocognoli menghadapi banyak pertanyaan yang belum terjawab. Skorsing Hendry memaksa minimal satu perubahan, sementara status beberapa pemain seperti Hickey, Gannon-Doak, McGinn, dan Gunn masih menyisakan tanda tanya. Laga melawan Makedonia Utara bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga soal membuktikan bahwa ide-ide taktik sang pelatih mulai berjalan di level tim nasional.
Karena itu, duel di Skopje akan menjadi ujian sekaligus peluang. Jika Skotlandia menang, tekanan terhadap Pocognoli mereda dan kepercayaan pemain terhadap sistemnya ikut tumbuh. Sebaliknya, hasil buruk akan memperbesar keraguan menjelang laga-laga berikutnya. Menurut Anda, susunan pemain seperti apa yang paling tepat diturunkan Skotlandia di Nacionalna Arena Toše Proeski?
