Pelatih timnas Portugal, Jorge Jesus, memastikan Cristiano Ronaldo akan bermain sebagai starter saat Portugal menjamu Wales pada laga pembuka Liga Negara UEFA (UEFA Nations League). Kepastian itu ia sampaikan menjelang duel di Estadio Jose Alvalade, Kamis, yang menjadi pertandingan pertama Portugal sejak tersingkir dari Piala Dunia. Bagi Jesus, laga ini sekaligus menandai debut resminya sebagai nakhoda baru Selecao das Quinas.
Keputusan memasang Ronaldo sejak menit awal bukan hal yang mengejutkan, mengingat keduanya pernah bekerja sama di Al-Nassr. Jesus menegaskan bahwa pemain berusia lima kali peraih Ballon d’Or itu “tidak akan pernah menjadi masalah” bagi Portugal. Laga kontra Wales pun menjadi panggung pertama bagi proyek baru Portugal, yang kini berada di bawah kendali pelatih berusia 72 tahun tersebut.

Cristiano Ronaldo Portugal Starter di Laga Pembuka
Jesus mengungkapkan rencananya secara terbuka dalam sesi konferensi pers. Ia menyebut bahwa hari pertamanya memimpin latihan di lapangan baru saja berlangsung, setelah sehari sebelumnya skuad hanya menjalani sesi pemulihan. Dari situ, ia memberi sinyal jelas soal status Ronaldo untuk pertandingan melawan Wales.
“Jika tidak ada hal istimewa yang terjadi, besok Cris akan bermain sejak awal,” kata Jesus, seperti dikutip dari pernyataannya. Pernyataan itu sekaligus menjawab keraguan publik soal apakah Ronaldo tetap menjadi pilihan utama di era kepelatihan yang baru. Jesus juga menyoroti besarnya antusiasme yang mengiringi laga tersebut.
Ia mengaku belum pernah melihat kerumunan penonton sebesar yang hadir menyambut timnya kali ini. Menurut Jesus, situasi itu justru hal yang positif karena sepak bola membutuhkan semakin banyak pihak yang bisa berbagi peran dengan tim nasional dan para pemain. Ia juga menyinggung pengalamannya melewati berbagai laga besar, mulai dari Liga Champions hingga Piala Dunia.
UEFA Nations League mode: ON, begitu bunyi unggahan akun resmi timnas Portugal di media sosial menjelang pertandingan. Pertemuan dengan Wales kali ini terbilang spesial karena menjadi yang pertama sejak semifinal Euro 2016, ketika Portugal menang 2-0 dan kemudian melaju menjadi juara.
Rekam Jejak Ronaldo Bersama Jorge Jesus
Kepercayaan Jesus terhadap Ronaldo tidak datang tanpa dasar. Keduanya sempat bersatu di Al-Nassr, dan di bawah asuhan Jesus klub tersebut meraih gelar Liga Pro Saudi untuk pertama kalinya sejak Ronaldo bergabung. Kerja sama itu membuat keduanya saling memahami karakter dan kebutuhan satu sama lain.
Pada musim 2025-26, Ronaldo mencetak 29 gol dari 33 penampilan di Liga Pro Saudi bersama Jesus. Catatan itu setara dengan rata-rata satu gol setiap 99 menit bermain. Angka tersebut menunjukkan bahwa meski tak lagi muda, ketajaman Ronaldo di depan gawang tetap terjaga.
Sepanjang kariernya, hanya segelintir pelatih yang mencatatkan rata-rata gol per laga liga lebih baik daripada Jesus. Mereka adalah Carlo Ancelotti dengan rata-rata 1,22 dan Jose Mourinho dengan 1,13 ketika masih di Real Madrid, serta Luis Castro dan Rudi Garcia yang keduanya mencatat 1,1 bersama Al-Nassr. Data ini menjelaskan mengapa Jesus begitu yakin memasang Ronaldo sejak menit pertama.
Transisi dari Roberto Martinez ke Jorge Jesus
Kursi pelatih Portugal resmi berpindah tangan setelah masa kepemimpinan Roberto Martinez selama tiga tahun berakhir. Manajemen federasi kemudian menunjuk Jesus sebagai penerusnya dengan kontrak berdurasi empat tahun, yang akan mengantarkannya hingga Piala Dunia 2030. Artinya, proyek ini dirancang untuk jangka panjang, bukan sekadar menyelamatkan satu turnamen.
Laga melawan Wales menjadi pertandingan pertama Portugal sejak mereka tersingkir dari Piala Dunia di babak 16 besar oleh Spanyol, yang pada akhirnya keluar sebagai juara. Kekalahan itu menjadi titik akhir perjalanan Martinez dan pembuka babak baru bagi tim nasional Portugal.
Portugal kini berupaya menghindari dua kekalahan beruntun untuk pertama kalinya sejak September dan Oktober 2014. Saat itu mereka kalah dari Albania lalu takluk dari Prancis. Menghadapi Wales di kandang sendiri, peluang untuk memutus tren negatif itu berada di tangan Jesus dan anak asuhnya.
Rekor Kandang Portugal dan Catatan Buruk Wales
Portugal datang ke laga ini sebagai juara bertahan Liga Negara. Mereka menjuarai edisi 2024-25 setelah mengalahkan Spanyol melalui adu penalti. Status juara bertahan itu membuat laga pembuka melawan Wales bukan sekadar pemanasan, melainkan bagian dari upaya mempertahankan gelar.
Rekor kandang Portugal di kompetisi ini juga sangat kuat. Dari 14 pertandingan kandang, mereka menang 11 kali, imbang sekali, dan kalah dua kali. Dua kekalahan itu hanya terjadi melawan Prancis pada November 2020 dan Spanyol pada September 2022.
Di sisi lain, Wales tengah dalam performa yang kurang meyakinkan. Mereka belum menang dalam empat pertandingan terakhir dengan rincian tiga imbang dan satu kalah, yang menjadi rentetan terburuk sepanjang era kepelatihan Craig Bellamy. Wales juga tidak pernah memulai satu tahun kalender dengan rentetan tanpa kemenangan lebih panjang sejak 2012, ketika mereka menelan lima kekalahan beruntun.
Prioritas Jesus: Liga Negara hingga Piala Dunia 2030
Jesus sempat ditanya soal seberapa penting Liga Negara dibandingkan target jangka panjang Portugal di Euro 2028 dan Piala Dunia 2030. Jawabannya tegas: ia tidak ingin memilih. Menurutnya, siapa pun yang mengenakan seragam Portugal harus menargetkan kemenangan di setiap kompetisi yang diikuti.
“Saya berada di tim yang memiliki pemain-pemain terbaik di dunia. Semua target adalah menang,” ujar Jesus. Ia menambahkan bahwa kompetisi pertama yang harus dihadapi adalah Liga Negara, dan karena Portugal adalah pemegang gelar, mempertahankannya menjadi kewajiban.
Dengan kata lain, laga melawan Wales bukan sekadar ajang uji coba bagi skema baru Jesus. Hasil di kompetisi ini akan menjadi indikator awal apakah Portugal siap bersaing di turnamen-turnamen besar berikutnya, termasuk Euro 2028 dan Piala Dunia 2030 yang menjadi ujung kontraknya.
Kesimpulan
Jorge Jesus memulai kiprahnya bersama Portugal dengan keputusan yang jelas: Cristiano Ronaldo menjadi starter melawan Wales. Keyakinan itu dibangun dari rekam jejak keduanya di Al-Nassr, termasuk 29 gol Ronaldo dari 33 penampilan pada musim 2025-26, serta status kapten yang tetap dianggap sebagai aset utama tim.
Bagi Portugal, laga di Estadio Jose Alvalade menjadi kesempatan untuk bangkit setelah tersingkir dari Piala Dunia sekaligus mempertahankan gelar Liga Negara. Sementara Wales datang dengan catatan empat laga tanpa kemenangan di bawah Craig Bellamy. Semua mata kini tertuju pada apakah keputusan Jesus memasang Ronaldo sejak awal mampu membawa Portugal kembali ke jalur kemenangan.
