Arsenal Community Shield: Arteta Yakin Raih Trofi Pertama

Written by

in

,

Mikel Arteta tidak meragukan rasa lapar dan ambisi skuad Arsenal untuk terus menambah trofi. Community Shield Arsenal melawan Manchester City di Principality Stadium menjadi target terdekat sekaligus pembuktian awal musim 2026-27. Laga ini mempertemukan juara Premier League musim lalu dengan juara FA Cup dalam partai pembuka musim.

Arsenal datang dengan status juara bertahan Premier League setelah mengakhiri penantian 22 tahun pada musim 2025-26. The Gunners finis tujuh poin di atas Manchester City, yang kemudian menebus kekecewaan itu dengan memenangkan FA Cup. Hasil tersebut pula yang mempertemukan kedua tim di Community Shield, sekaligus menjadi pemanasan ideal sebelum musim baru dimulai.

Arsenal Community

Arteta Yakin Skuadnya Lapar Gelar

“Ini trofi, trofi yang bisa kami miliki,” kata Arteta. “Kami memenangkan trofi musim lalu lewat Premier League, dan kalian bisa melihat betapa laparnya para pemain. Itu pertanda yang sangat bagus.”

“Itulah yang akan kami coba lakukan, karena kami menghadapi lawan yang sangat kuat. Kami juga sangat antusias untuk memulai musim ini dan memulai dengan trofi pertama,” lanjut Arteta. “Saya merasakan energi yang benar-benar positif dari para pemain, para pemain internasional sudah kembali, dan kami tidak sabar untuk mulai berkompetisi.”

Rekor Sempurna Arteta di Arsenal Community Shield

Arteta memiliki catatan istimewa di ajang Arsenal Community Shield. Sebagai pemain, ia memenangkan dua edisi beruntun pada 2014 dan 2015 bersama Arsenal. Sebagai manajer, ia juga menang dua kali pada 2020 dan 2023, dengan kedua kemenangan tersebut diraih lewat adu penalti.

Catatan itu jelas membuat Arteta percaya diri menjelang duel melawan City. Apalagi, Arsenal juga superior dalam pertemuan Community Shield melawan Manchester City. The Gunners memenangkan tiga laga, yakni 4-0 pada 1934, 3-0 pada 2014, dan 4-1 lewat adu penalti setelah bermain imbang 1-1 pada 2023.

Kesiapan Arsenal Menatap Musim 2026-27

Modal Arsenal menjelang laga ini cukup meyakinkan. The Gunners tak terkalahkan dalam delapan pertandingan terakhir di semua kompetisi, dengan enam kemenangan dan dua hasil imbang. Namun, salah satu hasil imbang itu berujung kekalahan dari PSG lewat adu penalti.

Sebelum rentetan positif itu, Arsenal justru kalah dalam empat dari enam laga sebelumnya, dengan dua kekalahan di antaranya datang dari Manchester City. Arteta pun ditanya apakah laga ini bisa menjadi tolok ukur kesiapan timnya menghadapi musim 2026-27. “Ya, itulah yang kami inginkan, kami beradaptasi dengan keadaan dan persiapan yang kami jalani,” jawabnya.

Arteta juga memuji kedisiplinan para pemain yang kembali lebih awal dari jadwal. “Mereka kembali dalam kondisi sangat bugar, semua pengujian sudah kami lakukan, dan semuanya tampak dalam kondisi prima,” jelasnya. “Saat mereka mulai saling melihat, saya bilang lihatlah skuad yang kami miliki dan apa yang sedang kami bangun, ada banyak kegembiraan di sekitar mereka.”

Maresca dan Misi City Mengejar Arsenal

Di sisi lain, Manchester City datang dengan manajer baru, Enzo Maresca. Meski Arsenal masih berencana menambah kekuatan skuad dalam beberapa pekan ke depan, Maresca justru fokus pada tugas membangun timnya. Ia menegaskan bahwa tantangan terbesar City musim ini adalah menutup jarak dengan Arsenal.

“Arsenal telah menunjukkan dalam dua, tiga, empat, atau lima tahun terakhir bahwa mereka selalu ada di sana,” kata Maresca. “Ini adalah tim yang fantastis dari Mikel, dan musim lalu mereka memenangkan Premier League serta menunjukkan betapa bagusnya mereka saat ini. Tetapi di saat yang sama, kami adalah City dan kami akan mencoba menutup jarak serta bersaing.”

Catatan City sendiri juga tidak bisa diremehkan. Mereka hanya kalah satu kali dalam 12 pertandingan terakhir di semua kompetisi, dengan sembilan kemenangan dan dua hasil imbang. Satu-satunya kekalahan itu terjadi di laga pamungkas mereka pada musim 2025-26, yakni 1-2 dari Aston Villa.

Pemain yang Wajib Dipantau

Arsenal: Christos Tzolis

Tzolis menjadi rekrutan besar Arsenal di lini serang sejauh ini, meski klub dikabarkan masih mencari tambahan amunisi di area tersebut. Jika pemain asal Yunani itu langsung tampil memukau, prioritas Arteta bisa saja bergeser ke kebutuhan lain. Ia tampak tajam dan bersinar selama pramusim.

Manchester City: Elliot Anderson

Dengan masa depan Rodri di City yang masih diragukan, laga ini menjadi kesempatan pertama bagi Elliot Anderson untuk membuktikan diri. Anderson memimpin Premier League musim lalu dalam tiga kategori: possession yang dimenangkan (306), total duel lapangan (430), dan duel yang dimenangkan (231). Kini, kontribusinya dalam mengolah bola akan semakin penting seiring ambisinya naik kelas bersama City.

Prediksi Arsenal Community Shield: Statistik dan Peluang

Secara historis, Arsenal memiliki keunggulan di ajang ini. Selama periode 2001-2007, The Gunners memainkan lebih banyak laga di Principality Stadium daripada tim lain, yakni 10 pertandingan. Ini akan menjadi laga Community Shield kelima mereka di stadion tersebut, dengan dua kemenangan pada 2002 melawan Liverpool dan 2004 melawan United, serta dua kekalahan pada 2003 melawan Manchester United dan 2005 melawan Chelsea.

Ada pola menarik dari 10 edisi terakhir Community Shield yang mempertemukan juara liga dan juara FA Cup. Sebanyak delapan kali, juara FA Cup keluar sebagai pemenang. Pengecualiannya justru datang dari City, yang mengalahkan Chelsea pada 2018 dan Manchester United pada 2024.

City memenangkan penampilan terakhir mereka di Community Shield dengan mengalahkan United lewat adu penalti pada 2024. Namun, mereka sudah sembilan kali menjadi runner-up, dan hanya Manchester United yang lebih sering kalah di partai final (10 kali). Arsenal sendiri tercatat 17 kali juara Community Shield, hanya kalah dari Manchester United yang 21 kali, dan The Gunners memenangkan lima edisi terakhir yang mereka mainkan. Arsenal juga memenangkan tiga laga Community Shield kala berstatus juara bertahan Premier League, yaitu pada 1998, 2002, dan 2004.

Opta merilis probabilitas kemenangan untuk laga ini, dan hasilnya cukup menarik. Arsenal tercatat lebih diunggulkan ketimbang City, meski selisihnya tidak terlalu jauh. Berikut rincian peluangnya:

  • Arsenal: 44,8 persen
  • Hasil imbang: 25,5 persen
  • Manchester City: 29,7 persen

Angka tersebut menunjukkan pertandingan ini diprediksi bakal berlangsung ketat. Meski demikian, Arteta punya alasan kuat untuk optimistis membawa pulang trofi. Apalagi, Arsenal tak pernah kalah dari City di Community Shield sepanjang sejarah pertemuan mereka.

Laga Community Shield Arsenal ini bukan sekadar partai pemanasan, melainkan ajang pembuktian awal bagi kedua tim. Arsenal ingin menegaskan status mereka sebagai juara bertahan Premier League, sementara City ingin menunjukkan era baru di bawah Enzo Maresca bisa langsung bersaing. Dengan rekor dan motivasi yang dimiliki kedua kubu, pertandingan di Principality Stadium ini layak dinanti.

Bagi Arteta, trofi tetaplah trofi, dan memulai musim dengan gelar adalah cara terbaik membangun momentum. Arteta sendiri sudah dua kali merasakan manisnya trofi ini sebagai manajer, dan ia jelas ingin mengulanginya lagi. Jika para pemainnya mampu menyalurkan rasa lapar itu ke dalam permainan, bukan mustahil Arsenal kembali mengangkat trofi di Principality Stadium.