Richarlison Dicoret Skuad Tottenham, De Zerbi Buka Suara

Written by

in

,

Richarlison resmi dicoret dari skuad Premier League Tottenham Hotspur untuk paruh pertama musim ini. Pelatih Spurs, Roberto De Zerbi, langsung buka suara dan menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan berasal darinya. Menurut De Zerbi, pencoretan itu adalah konsekuensi wajar dari keinginan Richarlison yang sudah ingin pergi sejak lama.

Richarlison

Situasi ini terungkap setelah Tottenham menyerahkan daftar 25 pemain untuk paruh pertama musim pada Kamis. Nama Richarlison tidak tercantum, sementara dua pemain yang sedang cedera, Xavi Simons dan Wilson Odobert, tetap masuk dalam daftar. Richarlison sendiri sebelumnya sudah terbuka soal keinginannya meninggalkan Spurs pada bursa transfer musim panas ini.

Richarlison Dicoret dari Skuad Tottenham, De Zerbi: Bukan Keputusan Saya

Kepastian soal pencoretan Richarlison disampaikan langsung oleh De Zerbi ketika ia ditanya awak media. “Itu bukan keputusan saya. Itu keputusan yang normal,” ujar pelatih asal Italia tersebut. Ia menilai hasil ini merupakan sesuatu yang wajar dari proses panjang yang sudah berjalan sejak pramusim.

De Zerbi mengaku tidak bisa berbicara banyak karena ia sama sekali tidak terlibat dalam pencoretan tersebut. “Saya tidak bisa mengatakan apa-apa karena saya tidak memutuskan apa pun,” tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa persoalan lain yang tidak berkaitan dengan tim merupakan tanggung jawab klub, bukan bagian dari pekerjaannya sebagai pelatih.

Kronologi: Keinginan Hengkang Richarlison dan Gagalnya Kembali ke Everton

Menurut De Zerbi, semua berawal dari percakapan pribadi dengan Richarlison pada awal pramusim. Saat itu, Richarlison sudah menyampaikan niat dan keinginannya untuk hengkang dari Tottenham. “Saya pikir Richarlison yang memutuskan semuanya sendirian. Dia berbicara dengan saya di awal pramusim dan menyampaikan keinginannya untuk pergi,” jelas De Zerbi.

Setelah itu, Tottenham bergerak mendatangkan striker baru untuk memperkuat lini depan. De Zerbi menegaskan bahwa ia hanya ingin mempertahankan pemain yang benar-benar ingin bertahan dan bangga berseragam Spurs. “Pada akhirnya, kami mendatangkan striker lain. Seperti yang saya katakan di awal pramusim, saya hanya ingin mempertahankan pemain yang ingin bertahan, bangga, dan punya passion untuk tetap di sini,” ucapnya.

Di bursa transfer, peluang Richarlison kembali ke Everton sempat terbuka, tetapi akhirnya gagal pada hari terakhir bursa. Kini ia dikaitkan dengan Trabzonspor, klub asal Turki yang masih memiliki batas waktu transfer hingga Jumat. Sementara itu, Richarlison juga disebut punya waktu sampai Minggu untuk menerima tawaran dari klub Liga Pro Saudi.

Dampak Pencoretan Richarlison bagi Pemain dan Tottenham

Konsekuensi paling nyata dari keputusan ini adalah Richarlison tidak akan bisa tampil di Premier League jika tetap bertahan di Tottenham. De Zerbi menyebut kondisi tersebut sebagai hasil yang jelas dan bisa ditebak sebelumnya. Pasalnya, sikap Richarlison yang tidak lagi ingin bertahan membuat posisinya di dalam skuad menjadi sulit dipertahankan.

De Zerbi sendiri mengaku menghormati sikap Richarlison dan tidak mempermasalahkan keinginannya untuk pergi. “Pesan Richarlison sejak awal musim sudah sangat jelas. Saya menerimanya,” kata De Zerbi. Pelatih asal Italia itu juga mengingatkan bahwa dirinya bukan pengambil keputusan di luar lapangan, melainkan sekadar pelatih yang bertugas membangun tim.

Yang terpenting baginya adalah menghadirkan pemain yang tetap lapar akan menit bermain meski tidak selalu tampil. Pemain seperti itu, menurut De Zerbi, adalah mereka yang tetap bahagia dan bangga berada di klub meski harus bersaing ketat. Standar inilah yang ia jadikan pegangan untuk membangun skuad Tottenham musim ini.

Musim Lalu Jadi Andalan, Kini Dicoret dari Skuad

Pencoretan Richarlison terasa ironis mengingat kontribusinya yang luar biasa musim lalu. Pemain asal Brasil itu menjadi pemain dengan koleksi gol terbanyak di Tottenham di semua kompetisi, yakni 12 gol. Ia juga memimpin tim dalam kategori kontribusi gol langsung dengan catatan 17 kontribusi sepanjang musim.

Namun, performa impresif tersebut tidak mengubah orientasi De Zerbi yang lebih mementingkan komitmen pemain. Klub bahkan tetap memasukkan Xavi Simons dan Wilson Odobert yang sedang cedera ke dalam skuad, sementara nama Richarlison justru tidak ada. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan ini lebih berkaitan dengan komitmen, bukan semata soal kualitas di atas lapangan.

Keputusan ini sekaligus menjadi sinyal perubahan arah di lini serang Tottenham. Dengan hadirnya striker baru dan hilangnya posisi Richarlison dari daftar utama, Spurs tampak sedang membangun komposisi yang lebih segar. Bagi Richarlison, peluang untuk kembali menjadi andalan di Tottenham kini berada di titik terendah.

Nasib Richarlison: Trabzonspor, Klub Saudi, atau Bertahan?

Pertanyaan terbesar kini adalah ke mana Richarlison akan melangkah. Dengan tenggat transfer klub Turki yang jatuh pada Jumat, Trabzonspor masih menjadi opsi yang realistis. Selain itu, klub-klub Liga Pro Saudi juga masih punya waktu hingga Minggu untuk merekrut sang pemain.

Jika semua opsi gagal, Richarlison kemungkinan besar harus bertahan di Tottenham hingga jendela transfer berikutnya. Konsekuensinya, ia kehilangan kesempatan untuk tampil di Premier League pada paruh pertama musim. Situasi ini jelas merugikan pemain yang musim lalu menjadi salah satu andalan utama lini serang Spurs.

Pada akhirnya, pencoretan Richarlison dari skuad Premier League Tottenham bukanlah keputusan sepihak De Zerbi. Semuanya berpangkal pada keinginan kuat sang pemain untuk hengkang serta gagalnya proses transfer di hari-hari terakhir bursa. De Zerbi hanya bisa menegaskan prinsipnya bahwa Tottenham hanya membutuhkan pemain yang benar-benar ingin bertahan dan memiliki gairah untuk berjuang.

Kini publik tinggal menunggu langkah final Richarlison, apakah ia akan berlabuh ke Trabzonspor, menerima tawaran dari klub Arab Saudi, atau bertahan dalam situasi yang tidak ideal. Apa pun pilihannya, masa depannya bersama Tottenham sudah berada di titik yang sangat krusial. Keputusan ini sekaligus menjadi penanda bahwa perannya sebagai pemain kunci Spurs musim lalu tidak lagi menjamin tempat di skuad musim ini.