Turnamen Piala Dunia 2026 bukan cuma urusan 48 tim dan 104 pertandingan, tapi juga soal “biaya tak kelihatan” seperti keamanan, logistik, dan energi mental kamu sebagai pemain turnamen mix parlay World Cup 2026. Kalau Foxborough saja butuh kejelasan US$8 juta hanya untuk keamanan tujuh laga di Gillette Stadium, kamu juga butuh “anggaran” yang jelas untuk modal, risiko, dan ekspektasi dalam setiap mix parlay 3 tim yang kamu susun.
Secara format, turnamen piala dunia 2026 adalah edisi paling besar dalam sejarah. Ada 48 tim yang dibagi ke 12 grup, masing‑masing berisi 4 negara dan bermain sekali lawan semua tim di grup (round-robin). Jalur lolosnya:
- 2 tim teratas tiap grup (12 × 2 = 24 tim).
- Ditambah 8 tim peringkat ketiga terbaik.
Total 32 tim itu lalu masuk ke babak gugur: 32 besar → 16 besar → perempat final → semifinal → final. Total pertandingan: 104 laga, naik besar dari hanya 64 laga di era 32 tim. Turnamen berlangsung 11 Juni sampai 19 Juli 2026 di 16 kota di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, dengan AS menjadi tuan rumah sebagian besar laga (sekitar 78 pertandingan), sedangkan Kanada dan Meksiko masing-masing sekitar 13 partai.
Gillette Stadium di Foxborough misalnya, dijadwalkan menggelar tujuh pertandingan, termasuk laga pembuka di venue tersebut (Skotlandia vs Haiti pada 13 Juni) dan satu partai perempat final pada 9 Juli. Ini membuat setiap kota tuan rumah menghadapi tantangan finansial dan operasional yang serius—dan buat kamu, jadwal padat di banyak kota itu berarti banyak peluang, tapi juga banyak potensi salah langkah dalam mix parlay Piala Dunia 2026.
Foxborough dan 800juta: wajah lain dari “biaya” sebuah turnamen
Pejabat kota Foxborough dengan cukup blakblakan menyebut angka: sekitar 800juta dibutuhkan untuk membiayai keamanan publik (polisi dan pengamanan sekitarnya) selama tujuh pertandingan Piala Dunia di Gillette Stadium. Federal AS memang sudah mengalokasikan sekitar 625 juta untuk 11 kota tuan rumah di AS guna memperkuat keamanan dan kesiapsiagaan, tetapi belum jelas berapa porsi yang akan diterima Foxborough.
Town manager Paige Duncan menegaskan beberapa hal penting:
- Kota tidak bisa “meminjamkan” uang pembayar pajak terlebih dahulu lalu berharap diganti kemudian.
- Mereka butuh kejelasan sumber dana sebelum 17 Maret untuk bisa memberikan lisensi hiburan yang diperlukan FIFA.
- “Jika tidak ada yang memberi uang, tidak ada Piala Dunia di Foxborough,” ujarnya, sekaligus menegaskan bahwa biaya besar ini tidak boleh jatuh ke pundak pembayar pajak lokal.
Kalau kamu tarik ke dunia turnamen mix parlay World Cup 2026, Foxborough sedang melakukan hal yang seharusnya juga kamu lakukan: memastikan ada dana yang jelas, batas risiko, dan sumber “pengganti” sebelum menyetujui sebuah komitmen besar. Bedanya, Foxborough bicara 800 juta dan tujuh laga, kamu bicara bankroll pribadi dan puluhan slip selama 104 partai.
(more…)








