Keputusan Trevoh Chalobah pilih Como sebagai klub berikutnya ternyata tidak lepas dari peran besar Cesc Fabregas. Bek timnas Inggris itu secara terbuka mengakui bahwa Fabregas menjadi faktor paling berpengaruh dalam proses transfer yang membawanya ke Serie A. Padahal, pada saat yang sama, pemain berusia 27 tahun itu juga dikabarkan tengah diincar oleh Inter Milan, juara bertahan Serie A.

Chalobah resmi meninggalkan Chelsea setelah klub asal London itu menerima tawaran sekitar €30 juta atau setara £25,6 juta dari Como. Bek berusia 27 tahun itu langsung menandatangani kontrak berdurasi lima tahun bersama klub Serie A tersebut. Keputusan ini terbilang menarik karena Como bukan klub dengan reputasi sebesar Inter, tetapi ambisi yang ditawarkan klub asal Italia itu terbukti mampu memikat hati Chalobah.
Fabregas Jadi Alasan Utama Chalobah Pilih Como
Dalam wawancaranya dengan BBC Sport, Chalobah menjelaskan bahwa Fabregas memainkan peran yang “sangat besar” dalam proses pengambilan keputusannya. Baginya, Fabregas bukanlah sosok asing karena keduanya pernah berada di lingkungan yang sama di Chelsea. Kala itu, Chalobah masih berstatus pemain muda yang tengah merintis karier, sementara Fabregas sudah menjadi bintang di lini tengah The Blues.
“Saya ingat betapa menuntutnya dia terhadap para pemain muda. Jadi ya, saya mengenalnya dengan sangat baik,” ujar Chalobah kepada BBC Sport. Ia melanjutkan, “Dia adalah bagian yang sangat besar. Dia menjelaskan apa yang dia inginkan, cara dia memandang klub, dan bagaimana dia melihat saya cocok dengan klub ini serta bagaimana saya bisa membantu, dengan pengalaman, fisik, dan juga kepemimpinan.”
Penjelasan Fabregas tersebut rupanya menjadi titik balik bagi Chalobah dalam menentukan masa depannya. Chalobah merasa visi yang ditawarkan sejalan dengan nilai-nilai yang ia yakini sebagai seorang pemain. Ia pun tidak ragu untuk menjadikan Como sebagai tujuan karier berikutnya meskipun banyak klub lain yang juga meminatinya.
Rekam Jejak Chalobah di Chelsea dan Kenangan Bersama Fabregas
Sebelum pindah ke Como, Chalobah menghabiskan sebagian besar kariernya bersama Chelsea. Ia tercatat tampil sebanyak 151 kali untuk tim utama The Blues dan mempersembahkan lima trofi utama bagi klub. Pengalaman bermain di level tertinggi sepak bola Inggris tersebut menjadi modal berharga saat dirinya memutuskan mencoba peruntungan di Italia.
- 151 penampilan untuk tim utama Chelsea
- Lima trofi utama selama berseragam The Blues
- Sempat berlatih bersama Fabregas sebelum menjalani debut senior
Hubungan Chalobah dengan Fabregas sebenarnya sudah terbangun jauh sebelum keduanya bertemu di Como. Chalobah sempat berlatih bersama Fabregas sebelum akhirnya menembus tim utama Chelsea. Momen-momen itulah yang membuatnya paham betul bagaimana standar dan karakter seorang Fabregas dalam menjaga profesionalisme di dunia sepak bola.
Inter Ikut Memburu, Namun Chalobah Menjatuhkan Pilihan ke Como
Pada bursa transfer musim panas tersebut, Inter Milan dikabarkan menjadi salah satu klub yang serius ingin memboyong Chalobah. Sebagai juara Serie A, Inter tentu menawarkan daya tarik tersendiri bagi para pemain. Akan tetapi, Chalobah justru memilih bergabung dengan Como, tim asuhan Cristian Chivu yang pada bursa yang sama juga berhasil mendatangkan John Stones.
Chalobah mengakui bahwa keputusan ini tidak diambil secara tergesa-gesa. “Ini bukan hal yang terjadi dalam semalam; ini adalah keputusan yang sangat matang dan sulit,” katanya kepada BBC Sport. Ia menambahkan bahwa dirinya melihat trajektori klub dan arah perkembangan Como yang sedang menanjak, sehingga ia ingin menjadi bagian dari cerita besar tersebut.
“Saya benar-benar bersemangat untuk babak baru dalam kisah indah yang sudah saya miliki sejauh ini,” ujar Chalobah. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa ia tidak sekadar pindah klub, tetapi benar-benar percaya pada proyek jangka panjang yang sedang dibangun Como. Perpaduan antara visi Fabregas, ambisi klub, dan peluang bermain reguler menjadi alasan utama di balik keputusannya.
Dampak Transfer: Sinyal Ambisi Como di Serie A
Kedatangan Chalobah ke Como menjadi sinyal kuat bahwa klub tersebut tidak ingin sekadar menjadi pelengkap di Serie A. Dengan pengalaman bertahun-tahun di Premier League bersama Chelsea, Chalobah membawa dimensi baru bagi lini pertahanan Como. Kehadirannya diharapkan mampu memberikan ketenangan, ketangguhan fisik, serta jiwa kepemimpinan di dalam tim.
Chalobah pun langsung menunjukkan kesiapannya dengan menjalani start pertamanya bersama Como dalam laga melawan Liverpool. Hal ini menandakan bahwa sang pemain langsung mendapatkan kepercayaan dari staf pelatih sejak awal. Namun, adaptasi dengan gaya sepak bola Italia tentu membutuhkan waktu, dan konsistensi performa akan menjadi kunci utama baginya.
Bagi Inter, kehilangan target buruan dari Como bisa menjadi tamparan tersendiri, terutama karena Como bukanlah klub yang biasa bersaing dengan mereka di bursa transfer. Namun, hal ini sekaligus menunjukkan bahwa peta kekuatan Serie A mulai bergeser dengan munculnya klub-klub ambisius di luar kelompok tradisional. Como tampaknya serius membangun skuad kompetitif, dan perekrutan Chalobah menjadi bukti nyata dari ambisi tersebut.
Perjalanan Chalobah dan Inggris di Piala Dunia Musim Panas Ini
Musim panas yang sama juga menjadi momen istimewa bagi Chalobah di level internasional. Ia menjadi bagian dari skuad Inggris yang berhasil finis di peringkat ketiga Piala Dunia. Satu-satunya penampilannya di turnamen itu terjadi pada laga perebutan tempat ketiga, ketika Inggris mengalahkan Prancis dengan skor 6-4.
Meski membawa pulang medali perunggu, Chalobah mengakui bahwa hasil tersebut tetap meninggalkan rasa kecewa yang mendalam. “Tidak ada yang ingin finis ketiga. Kami hanya selangkah lagi dari final,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa kekalahan itu cukup berat dirasakan para pemain selama beberapa hari, mengingat kerja keras dan keyakinan yang mereka tanamkan sepanjang turnamen.
Kendati demikian, Chalobah menegaskan bahwa timnya harus bangkit dan belajar dari pengalaman tersebut. “Kami sangat dekat. Namun, kami belajar dari ini dan tetap bangga dengan apa yang telah kami lakukan dan raih,” katanya. Sikap dewasa ini sekaligus mencerminkan karakter yang ia bawa ke Como sebagai pemain baru.
Keputusan Chalobah pilih Como jelas tidak lahir dari kebetulan. Peran besar Fabregas, ambisi klub, serta keyakinan pada proyek jangka panjang menjadi faktor-faktor yang menyatukan arah karier sang bek. Kini, tantangan sesungguhnya menanti Chalobah untuk membuktikan bahwa pilihannya tersebut adalah keputusan yang tepat.
Dengan kontrak lima tahun di depannya, Chalobah memiliki waktu yang cukup untuk meninggalkan jejak di Como. Jika ambisi klub terus diimbangi dengan hasil di lapangan, bukan tidak mungkin Como akan menjadi salah satu kekuatan baru yang diperhitungkan di Serie A. Semua mata kini tertuju pada bagaimana Chalobah menjawab kepercayaan yang telah diberikan kepadanya.
