Kekalahan Celtic dari Rangers dengan skor 3-0 di Ibrox membuat kapten Callum McGregor melontarkan kritik paling tajam musim ini. Duel perempat final Piala Liga Skotlandia itu berakhir dengan Rangers melaju ke semifinal, sementara Celtic pulang membawa pertanyaan besar soal mentalitas dan cara mereka bermain. McGregor menyebut perbedaan kedua kubu terlihat jelas: satu tampil sebagai tim, satu lagi tampil sebagai kumpulan individu.
Hasil itu terasa semakin menyakitkan karena Celtic datang ke markas rival sekota mereka dengan catatan belum terkalahkan dalam tujuh pertandingan domestik musim ini. Kekalahan tersebut bukan hanya memutus rekor itu, tetapi juga menambah panjang daftar laga besar yang gagal mereka menangkan setelah sebelumnya tersingkir di kualifikasi Liga Champions. Dengan jadwal berat menanti pekan ini, tekanan pada skuad Celtic kini datang dari beberapa arah sekaligus.

Kekalahan Celtic dari Rangers 3-0 di Ibrox
Rangers bertindak sebagai tuan rumah di Ibrox dan menutup pertandingan perempat final Piala Liga dengan kemenangan bersih 3-0 atas Celtic. Skor itu memastikan langkah Rangers ke babak semifinal, sedangkan Celtic harus menerima kenyataan tersingkir lebih awal dari turnamen yang mereka harapkan bisa menjadi sumber trofi musim ini. Bagi kedua klub, duel bertajuk Old Firm selalu punya bobot yang lebih besar daripada sekadar satu tiket ke babak berikutnya.
Sebelum bertandang, Celtic membawa modal yang cukup meyakinkan karena belum terkalahkan dalam tujuh laga domestik. Karena itu, banyak pihak memperkirakan pertandingan akan berjalan jauh lebih ketat dan berimbang. Kenyataannya, mereka kalah jauh dan tidak mampu memberi perlawanan berarti sejak pertandingan berjalan.
Selisih tiga gol tanpa balas di kandang rival menjadi gambaran betapa jauh jarak performa kedua tim pada laga itu. Rangers tampil solid sebagai satu kesatuan, sedangkan Celtic terlihat terpecah dan mudah dibongkar. Kemenangan ini otomatis mengangkat kepercayaan diri Rangers yang kini menunggu lawan di babak semifinal.
Kritik Pedas McGregor: Satu Tim Melawan Sekumpulan Individu
Sebagai kapten, McGregor menolak mencari alasan untuk hasil tersebut. Ia menilai persoalannya murni soal cara kedua tim bermain, bukan soal keberuntungan atau hal-hal di luar kendali para pemain. Menurutnya, Rangers bermain sebagai satu kesatuan, sementara Celtic tampil seperti sekelompok pemain yang sibuk dengan urusannya masing-masing.
“Ini bukan kami. Perbedaan antara kedua tim adalah Anda melihat sebuah tim, lalu Anda juga melihat sekumpulan individu,” ucap McGregor. Ia menegaskan bahwa Rangers adalah sebuah tim, dan hal itu terlihat jelas sepanjang pertandingan. Sindiran itu menyoroti kesenjangan antara cara kedua kubu bekerja sama di lapangan.
McGregor juga menyoroti masalah kerja tanpa bola. Dalam pandangannya, para pemain Celtic terlalu senang mengurus bola dan bermain ketika menguasainya, tetapi tidak cukup berlari ketika bola berada di kaki lawan. Padahal, menurut dia, hal itulah yang tidak boleh terjadi ketika bermain di Ibrox. Ia menambahkan bahwa sebuah tim tidak bisa bertahan hanya dengan enam pemain karena secara praktis hal itu mustahil dilakukan.
Kritik semacam ini jarang keluar dari seorang kapten yang biasanya lebih memilih menjaga suasana ruang ganti. Pernyataan itu menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi Celtic bukan sekadar teknis, melainkan menyangkut sikap dan kesediaan berkorban untuk rekan setim. Pesan tersebut jelas ditujukan agar para pemain segera mengubah cara mereka bekerja bersama di lapangan.
Kronologi: Bayang-Bayang LASK dan Jadwal Berat Menanti
Tersingkirnya Celtic dari Piala Liga bukan kejadian yang berdiri sendiri. Sebelumnya, mereka gagal melewati kualifikasi Liga Champions setelah kalah dari klub Austria, LASK, dalam pertandingan yang sempat mereka kuasai dengan keunggulan agregat 4-0. Hasil akhirnya berbalik menjadi kekalahan 5-4, sebuah kegagalan yang meninggalkan luka mendalam bagi para pemain.
Jadwal berikutnya tidak memberi Celtic ruang untuk berlama-lama meratapi hasil di Ibrox. Kamis mendatang mereka menjamu wakil Hungaria, Ferencvaros, di ajang Liga Europa. Hanya beberapa hari kemudian, giliran Rangers yang bertandang ke Celtic Park untuk laga Old Firm pertama di kompetisi Premiership Skotlandia musim ini, yang disiarkan langsung oleh Sky Sports.
Kenangan atas laga di Austria masih membekas kuat di pikiran McGregor. Ia mengaku cemas kekalahan dari Rangers bisa berubah menjadi lebih buruk daripada yang sebenarnya terjadi. Menurutnya, skor 4-0 atau 5-0 adalah hasil yang sama sekali tidak diinginkan siapa pun.
McGregor mengisahkan bahwa begitu gol-gol Rangers masuk, ia langsung berbicara kepada Cameron Carter-Vickers dan Liam Scales agar tidak ada lagi gol tambahan. Ia menegaskan bahwa timnya memang selalu ingin kembali ke pertandingan dan tetap berharap punya peluang walau tertinggal 3-0. Namun, ia juga sadar harus memahami situasinya, karena kekalahan telak bisa berubah menjadi bencana jika skornya melebar ke angka empat atau lima.
Dampak dan Implikasi: Tekanan Kini Menumpuk di Celtic
McGregor mengakui bahwa timnya kini berada di bawah tekanan yang mereka ciptakan sendiri. Ia menekankan bahwa Celtic wajib merespons pada laga Kamis dan kemudian pada laga Minggu. Namun, ia juga menegaskan bahwa mereka harus segera kembali ke level permainan yang seharusnya, bukan sekadar menunggu hasil membaik dengan sendirinya.
Menurut sang kapten, tugas terbesarnya sekarang adalah menyampaikan pesan kepada seluruh pemain bahwa mereka harus menjadi tim seperti yang mereka inginkan. Ia mengakui bahwa cara untuk mencapainya harus ditemukan dengan cepat, karena Celtic sudah kehilangan dua laga besar secara beruntun dan hal itu tidak bisa diterima. Bagi McGregor, dua kekalahan itu bukan sekadar kehilangan peluang trofi, melainkan tanda bahwa standar tim sedang dipertaruhkan.
Dampaknya tidak berhenti pada urusan taktik. Ketika seorang kapten berbicara terbuka soal sikap dan kerja sama, pesan itu biasanya ditujukan tidak hanya ke ruang ganti, tetapi juga ke publik pendukung yang mulai meragukan arah tim. Pertandingan melawan Ferencvaros dan laga Old Firm di Premiership menjadi dua kesempatan langsung bagi Celtic untuk membuktikan bahwa kritik tersebut sudah dijawab dengan tindakan.
Konteks Lebih Luas: Ujian Karakter di Musim yang Panjang
McGregor mengingatkan bahwa masih akan ada banyak laga besar lain sepanjang musim ini. Pada akhirnya, menurut dia, sebuah tim baru bisa dianggap bagus jika mampu memenangkan pertandingan-pertandingan penting tersebut. Ia menilai jika Celtic ingin disebut sebagai Celtic yang berkualitas, mereka harus memenangi laga-laga besar itu.
Ia juga mengingatkan tradisi klub dalam menghadapi pertandingan penentu. Menurut McGregor, satu hal yang selalu dilakukan Celtic adalah memenangkan laga besar dan tampil ketika momennya paling penting. Namun, pada musim ini ia menilai penampilan tim belum konsisten dan cenderung terputus-putus di beberapa pertandingan, sehingga hal itu harus segera diperbaiki.
Dalam konteks persaingan Old Firm, kekalahan seperti ini biasanya tidak hanya berdampak pada satu kompetisi. Hasil di Ibrox memberi Rangers modal psikologis menjelang pertemuan berikutnya, sedangkan Celtic dituntut membuktikan bahwa mereka masih mampu bersaing di level teratas. Pertemuan kedua tim di Celtic Park akhir pekan nanti menjadi panggung yang tepat untuk menguji apakah kritik McGregor benar-benar diikuti perubahan.
Bagi para penggemar, situasi ini memperlihatkan bahwa persaingan di sepak bola Skotlandia musim ini tidak hanya soal kualitas individu. Kekompakan, kerja tanpa bola, dan kesediaan berlari untuk rekan setim menjadi pembeda antara tim yang bisa diandalkan dan tim yang mudah goyah. Rangers menunjukkan hal itu, sementara Celtic masih harus mencari jawabannya.
Penutup
Kekalahan Celtic dari Rangers di Ibrox mengungkap dua hal sekaligus: Rangers tampil sebagai tim yang utuh, sedangkan Celtic dinilai McGregor belum bermain sebagai satu kesatuan. Kritik sang kapten menegaskan bahwa masalahnya bukan semata pada hasil akhir, melainkan pada sikap, kerja sama, dan kemauan berkorban tanpa bola. Dua kekalahan beruntun di laga besar membuat tekanan terhadap skuad Celtic naik ke level yang belum pernah mereka rasakan musim ini.
Secepat apa Celtic bisa menutup celah itu akan terlihat dalam waktu dekat, ketika Ferencvaros datang di Liga Europa dan Rangers menyusul ke Celtic Park di ajang Premiership. Jika pelajaran dari Ibrox dan pengalaman pahit melawan LASK benar-benar diserap, dua pertandingan itu bisa menjadi titik balik. Jika tidak, kritik McGregor hanya akan bertambah panjang.
