Roberto De Zerbi percaya Sandro Tonali bisa menjadi pemimpin Tottenham dalam proyek pembangunan kembali tim atau rebuild. Keyakinan ini diungkapkan De Zerbi hanya berselang beberapa bulan setelah Tonali secara resmi bergabung dengan Tottenham Hotspur dari Newcastle United pada bursa musim panas ini. Menurut pelatih asal Italia itu, gelandang berusia 26 tahun tersebut memiliki semua kualitas kepemimpinan yang dibutuhkan klub untuk berkembang pada musim 2026-27.

Kepindahan Tonali sendiri mencatatkan sejarah baru bagi Tottenham karena ia ditebus dengan nilai transfer mencapai £100 juta, rekor tertinggi dalam sejarah klub. Kedatangan gelandang asal Italia ini merupakan bagian dari rencana perombakan besar-besaran yang dirancang De Zerbi setelah musim lalu ia berhasil menjaga Tottenham tetap bertahan di Premier League. Kini, De Zerbi merasa musim ini menjadi musim pertamanya yang sesungguhnya dan waktu yang tepat untuk membangun tim secara permanen di liga yang disebutnya sebagai liga tersulit di Eropa.
Fakta Utama: Rekor Transfer dan Statistik Tonali di Newcastle
Tonali memulai petualangannya di Premier League pada 2023 setelah direkrut Newcastle United dari raksasa Serie A, AC Milan. Selama tiga musim berseragam The Magpies, ia mencatatkan 110 penampilan di semua kompetisi dengan koleksi 10 gol dan sembilan assist. Angka-angka tersebut membuktikan bahwa Tonali bukan hanya sekadar gelandang bertahan, tetapi juga mampu berkontribusi langsung dalam produktivitas tim.
Puncak karier Tonali di Newcastle terjadi pada 2025 ketika ia menjadi bagian dari tim yang mengakhiri puasa gelar domestik selama 70 tahun. Newcastle berhasil mengalahkan Liverpool dengan skor 2-1 di final EFL Cup, dan kemenangan itu menjadi momen bersejarah bagi klub maupun para pendukungnya. Meski demikian, Tonali memilih mengambil tantangan baru dengan pindah ke Tottenham pada musim panas ini, meninggalkan St. James’ Park setelah tiga tahun penuh pencapaian.
Latar Belakang: Karier Tonali dan Kedekatannya dengan De Zerbi
Perjalanan karier Tonali sebenarnya sudah lama dipantau De Zerbi, jauh sebelum keduanya bekerja sama di Tottenham. De Zerbi mengaku telah mengikuti perkembangan Tonali sejak sang pemain masih membela Brescia, klub yang berasal dari kota kelahiran De Zerbi sekaligus tim yang ia dukung. Saat itu, Tonali yang masih berusia 18 tahun sudah dinilai tampil seperti pemain veteran yang matang dalam mengambil keputusan.
Kedekatan De Zerbi dengan asal-usul Tonali inilah yang membuatnya yakin bahwa sang gelandang cocok dengan proyek Tottenham. Menurut De Zerbi, pemain seperti Tonali memiliki mentalitas dan pemahaman sepak bola Eropa yang mumpuni. Hal ini pula yang ia yakini tidak bisa ditawarkan oleh klub lain kepadanya.
Peran Tonali sebagai Pemimpin Tottenham dan Rentetan Rekrutan Baru
Dalam wawancara mendalam dengan Sky Sport Italia, De Zerbi mengungkapkan pandangannya tentang peran Tonali di Tottenham. Ia menegaskan bahwa Tonali selalu menjadi pemimpin di setiap skuad tempatnya bermain, dan hal itu akan sangat berguna bagi tim yang sedang dalam proses rekonstruksi. De Zerbi juga mengaku selalu berbicara jujur kepada para pemainnya, termasuk dalam meyakinkan Tonali untuk bergabung.
“Saya mengatakan yang sebenarnya kepadanya, karena saya selalu menyampaikan apa yang benar-benar saya pikirkan kepada para pemain. Saya percaya dia adalah pemain yang selalu menjadi pemimpin di setiap skuad tempat dia bermain. Jadi di sini, bersama tim yang sedang dalam proses pembangunan kembali, dia bisa memegang peran penting,” ujar De Zerbi kepada Sky Sport Italia.
Tottenham tidak hanya mengandalkan Tonali dalam proyek rebuild mereka. Sejumlah pemain baru telah direkrut untuk memperkuat skuad, di antaranya:
- Mateus Fernandes yang didatangkan dari West Ham dengan nilai transfer £85 juta untuk menjadi duet Tonali di lini tengah.
- Jan Paul van Hecke yang direkrut dengan biaya £52 juta untuk memperkokoh lini pertahanan.
- Andy Robertson, Marcos Senesi, dan Martin Dubravka yang bergabung secara gratis melalui transfer bebas.
Selain mendatangkan pemain baru, Tottenham juga bergerak cepat mempertahankan pilar-pilar pentingnya. Micky van de Ven, Pedro Porro, Ben Davies, dan Antonin Kinsky telah menandatangani kontrak anyar bersama klub. Kombinasi antara mempertahankan pemain kunci dan mendatangkan rekrutan berkualitas menunjukkan keseriusan Tottenham dalam membangun fondasi tim yang kuat.
Konteks Lebih Luas: Aktivitas Transfer Tottenham yang Belum Berhenti
De Zerbi baru-baru ini mengungkapkan bahwa belanja Tottenham pada bursa musim panas ini belum selesai. Laporan yang beredar menyebutkan bahwa Savinho, pemain Manchester City, menjadi salah satu target utama yang tengah didekati Tottenham. Jika terealisasi, kehadiran Savinho tentu akan semakin menambah daya gedor lini serang Tottenham musim depan.
Namun, di sisi lain, ada pula potensi kepergian pemain penting. Djed Spence, bek kanan internasional Inggris, dikabarkan semakin dekat dengan Inter Milan, juara bertahan Serie A. Pada Rabu lalu, Inter disebut telah mengajukan tawaran awal senilai €30 juta atau sekitar £25,6 juta, ditambah bonus-bonus tertentu kepada Tottenham.
Spence sendiri baru saja tampil impresif bersama Inggris di Piala Dunia. Ia tampil dalam delapan pertandingan Three Lions dan membantu tim meraih medali perunggu di Amerika Utara, dengan empat di antaranya ia mulai dari bangku cadangan. Catatan tekelnya juga luar biasa, yakni 19 percobaan dengan 11 tekel sukses, menjadikannya pemain dengan tekel terbanyak kedua di skuad asuhan Thomas Tuchel. Sejak bergabung dengan Tottenham pada 2022, Spence telah mengumpulkan 85 penampilan di semua kompetisi, dan jika kepindahannya ke Inter terwujud, ia akan kembali ke Serie A setelah sebelumnya mencatatkan 16 penampilan bersama Genoa dalam masa pinjaman tiga tahun lalu.
Kesimpulan: Arah Baru Tottenham di Bawah Kepemimpinan Tonali
Kehadiran Tonali menjadi simbol ambisi Tottenham yang ingin bangkit dan bersaing di papan atas Premier League. De Zerbi menilai kepemimpinan Tonali akan menjadi kunci dalam proses transisi ini, terutama mengingat pengalaman sang pemain di kompetisi Eropa dan kemampuannya tampil di bawah tekanan. Dengan dukungan para rekrutan baru dan kontrak anyar untuk pemain kunci, Tottenham kini punya modal yang jauh lebih kuat untuk membangun tim yang berkelanjutan.
Sementara itu, bursa transfer yang masih berjalan membuka peluang bagi Tottenham untuk terus memperkuat skuad, baik melalui kedatangan pemain baru maupun melepas pemain yang tidak masuk rencana. Semua keputusan ini pada akhirnya akan menentukan seberapa jauh Tottenham melangkah di musim 2026-27. Namun, satu hal yang jelas: De Zerbi dan Tottenham percaya bahwa Tonali adalah sosok yang tepat untuk memimpin era baru klub.
