Jack Grealish Everton: CEO Ungkap Klub Masih Jalin Kontak

Written by

in

,

Everton masih menjalin komunikasi dengan Jack Grealish saat mereka mempertimbangkan untuk merekrut kembali playmaker Manchester City tersebut. Hal itu diungkapkan langsung oleh CEO Everton, Angus Kinnear, dalam wawancaranya bersama BBC Radio Merseyside. Ketertarikan Everton untuk membawa pulang Grealish ke Merseyside pun kini semakin menguat, terutama setelah hubungan baik yang terjalin selama masa peminjamannya.

Jack Grealish

Sebelum rumor ini menggema, Grealish sebenarnya sudah kehilangan tempat utama di skuad asuhan Pep Guardiola. Ia kemudian bergabung dengan tim asuhan David Moyes dengan status pinjaman selama satu musim penuh, sebelum akhirnya mengalami cedera kaki pada Januari lalu. Cedera tersebut memaksanya menjalani operasi dan menepi cukup lama, tetapi ia kini dilaporkan sudah pulih dan sempat menjadi pemain pengganti di babak pertama saat Manchester City kalah 0-3 dari Arsenal di Community Shield pekan lalu.

Kronologi Pinjaman Grealish dan Cedera yang Menerpa

Selama berseragam Everton, Grealish tercatat tampil sebanyak 22 kali di semua kompetisi. Dari jumlah tersebut, ia menyumbangkan dua gol dan enam assist, yang menjadikannya kontributor gol terbanyak di antara pemain Everton lainnya pada periode itu. Catatan tersebut membuktikan bahwa Grealish masih memiliki kualitas untuk tampil impresif meski tidak berada dalam kondisi fisik yang sepenuhnya prima.

Jika dirinci lebih dalam, dalam 20 penampilannya di Premier League, Grealish menciptakan 36 peluang dari open play. Jumlah itu menjadi yang terbanyak bagi Everton sepanjang musim lalu, dan hanya James Garner (56) yang menciptakan lebih banyak peluang secara keseluruhan dibandingkan catatan Grealish yang mencapai 38. Artinya, peran Grealish sebagai kreator serangan di lini tengah Everton sangat terasa dan sulit digantikan.

Cedera kaki yang dideritanya pada Januari menjadi titik balik musim Grealish. Ia harus menjalani operasi dan menjalani rehabilitasi, dan menariknya, ia justru memilih untuk menjalani pemulihan di fasilitas Everton padahal tidak diwajibkan. Keputusan itu dinilai banyak pihak sebagai sinyal kuat bahwa Grealish merasa nyaman dan memiliki ikatan emosional dengan klub yang bermarkas di Goodison Park itu.

Jack Grealish ke Everton: Kinnear Buka Suara, Moyes Pilih Bungkam

Angus Kinnear mengakui bahwa pihaknya masih terus berkomunikasi dengan Jack Grealish. “Jack adalah pemain yang tetap kami jalin kontaknya,” ujar Kinnear kepada BBC Radio Merseyside. Menurutnya, keputusan Grealish menjalani rehabilitasi di Everton pada sisa musim lalu menjadi bukti nyata kedekatan sang pemain dengan klub.

“Dia adalah pemain yang jatuh cinta pada nuansa biru yang tepat, tetapi pada akhirnya, dia masih pemain Manchester City dan kami harus menghormati itu,” tambah Kinnear. Ia juga menekankan bahwa yang terpenting saat ini adalah Grealish sudah kembali pulih dari cedera serius yang dideritanya. Meski demikian, Kinnear tidak memberikan konfirmasi pasti soal kepulangan Grealish ke Merseyside pada musim 2026-27.

Sementara itu, David Moyes memilih bungkam saat ditanya perkembangan situasi Grealish. “Tidak, saat ini belum ada perkembangan. Itu bukan urusan saya untuk membicarakannya. Jack adalah pemain Man City dan saya rasa tidak tepat untuk membicarakan pemain klub lain,” ujar Moyes. Sikap hati-hati ini wajar mengingat Grealish masih terikat kontrak dengan Manchester City, dan Everton tentu tidak ingin melanggar etika dalam upaya merekrut pemain.

Everton vs Crystal Palace di Laga Pembuka Premier League

Everton akan memulai kampanye Premier League musim ini dengan menjamu Crystal Palace di Hill Dickinson Stadium pada Sabtu ini. Laga ini sekaligus menjadi ujian perdana bagi Pierre Sage sebagai manajer Palace. Sage tercatat menjadi manajer ke-17 yang memimpin The Eagles di laga Premier League, dan hanya dua dari 16 manajer sebelumnya yang berhasil memenangkan laga pertama mereka, dengan empat hasil imbang dan sepuluh kekalahan.

Di sisi lain, Palace sudah kehilangan Maxence Lacroix yang pindah ke Chelsea, tetapi mereka juga kedatangan lima wajah baru di Selhurst Park. Salah satunya adalah Zavier Gozo yang direkrut dari Real Salt Lake dengan biaya transfer dilaporkan mencapai £11,1 juta atau sekitar $15 juta. Gozo sendiri tampil impresif di MLS musim ini dengan mencatatkan 10 kontribusi gol, terdiri dari enam gol dan empat assist, dalam 16 penampilan liga.

Gozo mengaku sangat antusias menyambut petualangan barunya di Inggris. “Saya benar-benar menantikan bermain di Premier League bersama Crystal Palace. Ini adalah impian setiap pemain sepak bola,” ujarnya. Ia juga terkesan dengan orang-orang dan proyek yang sedang dibangun di Palace, serta kesuksesan yang telah diraih klub dalam beberapa musim terakhir.

Pemain yang Perlu Dipantau di Laga Pembuka

Hayden Hackney – Everton

Everton berhasil memenangkan persaingan melawan Palace dan Nottingham Forest untuk mendapatkan tanda tangan Hayden Hackney. Kini sang gelandang berpeluang menjalani debut Premier League bersama The Toffees di laga ini. Catatannya di Championship musim lalu, termasuk play-off, cukup mentereng dengan berbagai statistik yang mengesankan.

Selama berkarier di kasta kedua Liga Inggris itu, Hackney menduduki peringkat ketujuh untuk perebutan bola dengan 206 kali, serta peringkat keempat bersama untuk perebutan bola di sepertiga akhir lapangan dengan 33 kali. Ia juga menempati peringkat kedua untuk peluang yang diciptakan dengan 85 peluang, sekaligus memimpin untuk operan sukses yang berakhir di sepertiga akhir lapangan dengan 855 operan. Dengan profil seperti ini, Hackney bisa menjadi tambahan berharga bagi lini tengah Everton musim ini.

Dwight McNeil – Crystal Palace

Dwight McNeil akan langsung berhadapan dengan mantan klubnya, Everton, pada pekan pembuka musim ini. Pemain sayap itu pindah ke Palace pada musim panas ini dalam kesepakatan yang membawa Brennan Johnson ke arah sebaliknya. Sejak debutnya bersama Everton pada 2022, McNeil tercatat membukukan 32 kontribusi gol, dengan rincian 15 gol dan 17 assist.

Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak dibandingkan pemain Everton mana pun pada periode yang sama. Selain itu, ia juga menciptakan 184 peluang, yang juga menjadi catatan tertinggi di tim selama kurun waktu tersebut. Kemampuannya dalam menciptakan peluang tentu akan menjadi ancaman serius bagi lini belakang Everton pada laga nanti.

Prediksi dan Statistik Jelang Laga

Secara head-to-head, Everton dan Palace pernah bertemu di laga pembuka Premier League sebanyak dua kali sebelumnya, dan Palace tidak pernah kalah. The Eagles menang 2-1 di Goodison Park pada musim 1997-98, sementara laga di Selhurst Park pada 2019-20 berakhir imbang 0-0. Namun catatan Everton di laga pembuka cukup memprihatinkan karena mereka kalah dalam empat kampanye Premier League terakhir secara beruntun, yang merupakan rekor kekalahan beruntun terlama mereka di laga pertama musim.

Everton juga gagal memenangkan tujuh pertandingan terakhir mereka di Premier League musim 2025-26 dengan tiga hasil imbang dan empat kekalahan. Menariknya, Everton belum pernah melewati delapan laga tanpa kemenangan di bawah Moyes. Adapun Moyes sendiri terakhir kali mengalami rentetan tanpa kemenangan yang lebih panjang pada April 2017 bersama Sunderland dengan 10 laga.

Di kubu Palace, rekor mereka melawan Everton juga kurang impresif. Palace hanya menang sekali dalam 23 laga Premier League terakhir melawan Everton dengan 10 imbang dan 12 kalah, yaitu kemenangan 3-1 di kandang pada Desember 2021. Kemenangan tandang terakhir mereka di Goodison Park terjadi pada musim 2014-15 di bawah Neil Warnock dengan skor 3-2, dan sejak itu mereka hanya mencatat empat imbang dan tujuh kekalahan di kandang Everton.

Musim lalu, Palace cukup dominan saat bermain tandang, dengan 53 persen poin mereka atau 24 dari 45 poin diraih di luar kandang. Hanya Tottenham dengan 63 persen dan Forest dengan 55 persen yang memiliki persentase poin tandang lebih tinggi. Namun, The Eagles gagal menang dalam empat laga tandang terakhir mereka musim lalu, dengan satu imbang dan tiga kekalahan.

Di sisi lain, Palace berhasil menjaga gawang tetap bersih di laga pembuka dalam lima dari delapan musim Premier League terakhir mereka. Akan tetapi, mereka selalu kalah dalam lima laga pembuka terakhir ketika kebobolan, sejak kemenangan tandang 3-1 di Norwich City pada 2015-16. Berdasarkan perhitungan Opta, Everton unggul dengan probabilitas menang 45 persen, sementara Palace hanya 28,1 persen dan peluang imbang 26,9 persen.

Dengan segala dinamika yang ada, laga Everton melawan Crystal Palace diprediksi berjalan sengit dan menarik untuk disaksikan. Everton diunggulkan berkat rekor kandang dan catatan head-to-head yang positif, meski Palace juga tidak bisa diremehkan. Adapun soal Grealish, kepastian masa depannya masih menggantung, tetapi sinyal dari pihak Everton menunjukkan bahwa peluang kepulangan sang playmaker ke Merseyside masih terbuka lebar.

Yang jelas, kembalinya Grealish ke kondisi fit menjadi kabar baik bagi Manchester City sekaligus memberi opsi tambahan bagi Everton apabila mereka serius mengejar tanda tangannya. Duel akhir pekan ini akan menjadi panggung pertama bagi kedua tim untuk membuktikan kesiapan mereka di musim baru. Jika Everton mampu memanfaatkan peluang dan dukungan publik sendiri, bukan tidak mungkin mereka mengawali musim dengan kemenangan perdana.