Niko Kovac: Borussia Dortmund Sudah Berkembang Pesat

Written by

in

,

Pelatih Borussia Dortmund, Niko Kovac, menegaskan bahwa timnya telah menunjukkan kemajuan yang jelas di bawah kepemimpinannya. Ia mengaku puas dengan hasil kerjanya menjelang laga perdana Bundesliga musim ini. Bagi Kovac, torehan statistik dan perkembangan tim jauh lebih penting daripada sekadar kritik dari luar.

Niko Kovac

Kovac mengambil alih Borussia Dortmund pada musim 2024-25, menggantikan Nuri Sahin yang didepak dari kursi pelatih. Ia kini bersiap membawa Dortmund menjamu Hamburg di Signal Iduna Park pada Sabtu. Pekan lalu, Dortmund sempat takluk 2-1 dari Bayern Munich di Franz Beckenbauer Supercup, sebuah hasil yang kembali memicu perdebatan soal progres tim.

Kiprah Niko Kovac di Borussia Dortmund

Sejak Niko Kovac menangani Borussia Dortmund, catatan Bundesliga tim ini terbilang impresif. Dortmund memenangi 32 pertandingan, hanya kalah dari Bayern Munich yang mengumpulkan 38 kemenangan pada periode yang sama. Selain itu, Dortmund mencetak 107 gol dari peluang senilai 98,9 expected goals (xG), dengan hanya kebobolan 52 gol.

Jumlah kebobolan tersebut menjadi salah satu yang terendah di liga, dan Dortmund juga mencatatkan 19 cleansheet, terbanyak bersama di Bundesliga. Namun, belum ada trofi yang berhasil dipersembahkan Kovac ke ruang pamer klub. Kekalahan dari Bayern di Franz Beckenbauer Supercup pekan lalu pun sempat memancing kritik tajam.

Kovac: “Bagi Saya, Kami Sukses”

Menghadapi kritik yang terus berdatangan, Kovac memilih berdiri teguh pada keyakinannya. “Jika ada yang tidak menyukai gaya saya, itu terserah Anda,” ujar Kovac. “Bagi saya, kami sukses. Saya pikir, bersama-sama sejak kami datang, kami melakukan pekerjaan yang sangat baik.”

Pelatih berkebangsaan Kroasia itu juga membeberkan proses adaptasinya di Dortmund. Ia datang ketika tim sedang berada dalam situasi sulit, dan skuad awalnya direncanakan memakai skema empat bek. “Setelah dua atau tiga pertandingan, kami melihat itu tidak berjalan, jadi kami beralih ke lima bek,” jelasnya. “Dengan kemampuan fisik seperti itu, Anda langsung menjadi pemain sepak bola yang lebih baik.”

Watzke Akui Kesenjangan dengan Bayern

Presiden Borussia Dortmund, Hans-Joachim Watzke, memberikan dukungan sekaligus pandangan realistis soal kondisi klub. Ia mengakui musim lalu Dortmund tampil baik dengan mengumpulkan 73 poin dan finis kedua, tertinggal 16 poin dari Bayern Munich. “Dulu, poin segitu sudah cukup untuk juara. Sekarang tidak lagi, karena Bayern mendominasi segalanya,” kata Watzke kepada Sky Germany.

Watzke menilai kesenjangan ekonomi antara dua klub teratas Jerman semakin melebar. Menurutnya, Dortmund hanya bisa melakukan sedikit hal untuk mengubah keseimbangan kekuatan tersebut. “Kita tidak boleh menipu diri sendiri: Bayern Munich adalah favorit yang luar biasa,” tegasnya.

Pemain yang Perlu Dipantau

Konstantinos Karetsas (Borussia Dortmund)

Borussia Dortmund akan menaruh harapan besar pada Konstantinos Karetsas di laga ini. Pemain muda ini mencatatkan 10 assist untuk Genk di Jupiler Pro League Belgia musim lalu. Di antara semua remaja di sepuluh liga top Eropa, hanya Lamine Yamal dari Barcelona yang menorehkan lebih banyak assist, yaitu 11.

Catatan tersebut juga hanya kalah dari Christos Tzolis, yang mengoleksi 23 assist untuk Club Brugge. Karetsas resmi diperkenalkan sebagai pemain Dortmund pada 3 Agustus 2026. Kehadirannya diharapkan menjadi sumber kreativitas baru bagi lini serang Dortmund.

Yussuf Poulsen (Hamburg)

Di kubu Hamburg, Yussuf Poulsen menjadi pemain yang paling diwaspadai. Penyerang ini punya banyak pengalaman tampil di laga-laga besar, terutama selama membela RB Leipzig. Namun, produktivitasnya musim lalu menurun drastis karena ia hanya mencetak satu gol di Bundesliga.

Meski begitu, Poulsen tetap dianggap kunci jika Hamburg ingin mencuri poin dari Signal Iduna Park. Pengalamannya di laga besar bisa menjadi modal penting. Pertanyaannya, apakah ia mampu mengembalikan ketajamannya di laga sebesar ini.

Rekor Kuat dan Prediksi Dortmund vs Hamburg

Dortmund punya rekor fantastis saat bersua Hamburg di Bundesliga. Dalam tujuh pertemuan terakhir, Dortmund tidak pernah kalah dari HSV dengan enam kemenangan dan satu hasil imbang. Di kandang sendiri, Dortmund memenangi sembilan dari sebelas laga terakhir kontra Hamburg, termasuk empat kemenangan beruntun.

Musim lalu, Dortmund mencatatkan 15 cleansheet di Bundesliga, terbanyak di liga dan menyamai rekor klub pada 2011-12 serta 2019-20. Dengan hanya kebobolan 34 gol, tim asuhan Kovac memiliki pertahanan terbaik di Bundesliga musim 2025-26. Sebaliknya, Hamburg gagal menjaga gawangnya tetap bersih dalam 14 laga Bundesliga beruntun sejak menang 2-0 atas Heidenheim pada awal Februari, catatan terpanjang bersama yang juga dialami Koln.

Catatan itu menjadi rentetan tanpa cleansheet terpanjang kedua Hamburg di kasta tertinggi; hanya rentetan 16 laga beruntun pada April hingga November 2011 yang lebih panjang. Dortmund juga punya tradisi kuat di laga pembuka, meski musim lalu mereka gagal menang untuk pertama kalinya sejak 2014-15 setelah ditahan St. Pauli 3-3. Namun, Dortmund sudah memenangi laga kandang pertama dalam sebelas musim beruntun, sebuah rekor berkelanjutan yang belum pernah dicapai klub mana pun dalam sejarah Bundesliga.

Opta menghitung peluang kemenangan Dortmund pada laga ini mencapai 67,8 persen. Adapun peluang hasil imbang tercatat 18,2 persen, sementara kemenangan Hamburg hanya 14 persen. Prediksi akhir pun mengarah pada kemenangan Borussia Dortmund atas Hamburg.

Kemenangan atas Hamburg akan menjadi pembuktian nyata atas klaim progres yang disuarakan Kovac. Statistik menunjukkan perbaikan signifikan, tetapi trofi tetap menjadi ukuran utama di klub sebesar Dortmund. Dukungan dari Watzke setidaknya memberi sedikit ruang napas bagi sang pelatih untuk membuktikan kapasitasnya.

Laga melawan Hamburg pada akhir pekan nanti akan menjadi ujian awal yang menarik bagi konsistensi Dortmund. Jika tren positif dan rekor kandang berlanjut, Kovac bisa mengawali musim dengan modal kepercayaan diri yang besar. Semua mata kini tertuju ke Signal Iduna Park untuk menyaksikan apakah Dortmund benar-benar melaju ke arah yang lebih baik.