Manajer Everton, David Moyes, mengonfirmasi bahwa klubnya telah menerima tawaran untuk Harrison Armstrong di tengah spekulasi yang mengaitkan gelandang muda tersebut dengan Nottingham Forest. Armstrong tampil impresif bersama The Toffees sejauh musim ini dan dinilai sebagai salah satu talenta paling menjanjikan yang dimiliki klub asal Merseyside itu. Kabar ini pun langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan pendukung menjelang penutupan jendela transfer.
Tawaran yang dilaporkan mencapai £40 juta itu disebut-sebut datang dari Nottingham Forest yang serius ingin memboyong pemain berusia 19 tahun tersebut. Keputusan akhir kini berada di tangan manajemen Everton, sementara para suporter jelas menolak rencana penjualan ini. Situasi ini menjadi ujian tersendiri bagi Moyes dan jajaran direksi klub di tengah kebutuhan mereka untuk tetap kompetitif musim ini.

Moyes Konfirmasi Tawaran untuk Harrison Armstrong
Dalam pernyataannya usai laga melawan Bournemouth, Moyes tidak membantah adanya tawaran yang masuk untuk pemain binaan akademi Everton tersebut. Ia menegaskan bahwa keputusan soal masa depan Harrison Armstrong sepenuhnya berada di tangan klub, bukan wewenang pelatih. “Ada tawaran. Selain itu, saya rasa tidak banyak yang bisa saya katakan, ini keputusan klub,” ujar Moyes.
“Kami tidak ingin kehilangan siapa pun dan kami masih perlu menambah pemain ke skuad yang ada. Saya sudah mengatakannya sejak beberapa waktu lalu,” tambah Moyes. Pernyataan ini muncul setelah laporan mengungkapkan bahwa Nottingham Forest telah mengajukan tawaran senilai £40 juta untuk sang gelandang. Padahal, Armstrong baru saja tampil sejak menit pertama dan bermain selama 87 menit saat Everton ditahan imbang 1-1 oleh Bournemouth berkat gol penyeimbang James Tarkowski di menit akhir.
Harrison Armstrong, Permata Muda Everton
Armstrong berhasil mencuri perhatian pada awal musim ini berkat performa apiknya bersama tim utama Everton. Ia disebut-sebut sebagai salah satu prospek paling cemerlang yang dimiliki klub, dengan kematangan bermain yang jarang dimiliki pemain seusianya. Penampilannya yang konsisten membuatnya masuk radar sejumlah klub besar, termasuk Nottingham Forest yang kini serius meminatinya.
Ketidakpuasan para pendukung Everton terhadap potensi penjualan Armstrong pun terlihat jelas selama pertandingan melawan Bournemouth. Suporter melontarkan protes terbuka agar manajemen tidak melepas pemain muda yang mereka nilai sebagai aset berharga bagi masa depan klub. Moyes sendiri mengaku memahami kekhawatiran suporter, tetapi mengingatkan bahwa keputusan penjualan bukanlah sesuatu yang bisa ia kendalikan sepenuhnya.
“Saya pikir Anda harus selalu mempertimbangkan para pendukung. Ada kalanya di klub, orang-orang yang sangat berkuasa mengambil keputusan sulit,” kata Moyes. “Tidak semua keputusan populer. Terkadang mereka harus melakukannya karena alasan yang berbeda.”
Dampak Keputusan Transfer bagi Everton dan Nottingham Forest
Keputusan soal masa depan Harrison Armstrong akan membawa dampak besar bagi kedua klub. Jika Everton melepas Armstrong, mereka kehilangan salah satu prospek terbaik yang bisa menjadi tulang punggung tim di masa mendatang. Sebaliknya, Nottingham Forest akan mendapatkan tambahan tenaga muda segar yang siap bersaing di lini tengah.
Moyes menegaskan bahwa Everton sama sekali tidak ingin kehilangan pemain, dan ia justru berharap klub mampu menambah amunisi baru sebelum bursa ditutup. Selain Armstrong, Iliman Ndiaye juga disebut-sebut berpotensi hengkang dengan Manchester City dan Tottenham dikabarkan tertarik memboyongnya. Jika kedua pemain ini pergi, Everton bisa kehilangan dua pilar penting dalam waktu yang bersamaan.
Awal Musim Everton dan Perjuangan Bournemouth
Everton saat ini mengoleksi empat poin dari dua pertandingan Premier League, catatan solid yang membuat mereka percaya diri menjalani musim ini. Sementara itu, Bournemouth yang kini ditangani Marco Rose belum meraih kemenangan sama sekali. Hasil imbang 1-1 di Goodison Park pada Sabtu lalu menjadi gambaran perjuangan kedua tim dalam laga yang berlangsung cukup terbuka.
Pada babak pertama, Everton mendominasi dengan melepaskan lima tembakan tepat sasaran, jumlah terbanyak di babak pembuka sejak mencatatkan enam tembakan saat melawan Tottenham pada Januari 2025. Non-penalty xG Everton tercatat sebesar 1,06, angka tertinggi di babak pertama sejak September tahun lalu ketika mereka mencatatkan 1,17 melawan Aston Villa. Namun, Bournemouth justru unggul lebih dulu melalui gol Alex Scott sebelum jeda, meski pada akhirnya harus puas berbagi angka.
Bournemouth sebenarnya memiliki peluang untuk menggandakan keunggulan melalui Rayan dan Evanilson, tetapi kedua pemain tersebut gagal memanfaatkan peluang emas yang ada. Kesalahan bertahan saat menghadapi sepak pojok akhirnya menjadi celah yang dimanfaatkan Tarkowski untuk menyamakan kedudukan. “Kami harus menghadapi ini. Saya sangat menghargai sambutan hangat, sungguh menyenangkan bisa melatih pertandingan ini, pertandingannya cukup terbuka,” kata Rose kepada BBC Sport.
“Kami punya peluang untuk mencetak gol kedua, tetapi kami kebobolan dari peluang bagus Everton dan gol yang kurang beruntung. Rasanya tidak menyenangkan, tapi kami hanya perlu melanjutkan pekerjaan kami,” tambah Rose. “Semua orang sudah berusaha, lalu sedikit kurang beruntung, sedikit konyol. Kami bekerja keras, dan kami akan mendapatkan poin.”
Masa depan Harrison Armstrong kini menggantung di tengah tekanan suporter dan minat serius dari Nottingham Forest. Moyes telah menegaskan bahwa keputusan akhir berada di tangan klub, sementara ia sendiri menolak kehilangan pemain muda berbakat. Dengan tenggat waktu transfer yang semakin dekat, langkah Everton selanjutnya akan menjadi sorotan utama.
Apakah Everton akan mempertahankan prospek mudanya atau justru memanfaatkan tawaran £40 juta yang menggiurkan? Para penggemar hanya bisa berharap klub mengambil keputusan yang tepat demi kepentingan jangka panjang tim. Yang jelas, kisah transfer Harrison Armstrong menjadi salah satu drama paling menarik menjelang penutupan bursa musim panas.
