Venkatesham Tetap Dukung De Zerbi di Tottenham

Written by

in

,

Dukungan untuk De Zerbi di Tottenham kembali ditegaskan oleh CEO klub, Vinai Venkatesham, meski Spurs mencatat start terburuk mereka di Premier League. Pernyataan itu muncul setelah Tottenham menutup rangkaian laga sebelum jeda internasional dengan kekalahan 3-2 di kandang dari Aston Villa, hasil yang membuat mereka terpuruk di dasar klasemen setelah lima pertandingan musim 2026-27.

Posisi Tottenham kini menjadi sorotan tajam karena baru mengumpulkan dua poin dengan selisih gol minus enam. Ini adalah awal musim terburuk klub setelah lima laga di era Premier League, melampaui catatan buruk mereka pada 2008-09 yang saat itu hanya mendulang dua poin dengan selisih gol minus tiga. Tekanan terhadap De Zerbi pun meningkat, terutama karena laga berikutnya adalah lawatan ke Old Trafford menghadapi Manchester United pada Sabtu mendatang.

Venkatesham

Start Terburuk Tottenham di Era Premier League

Kekalahan dari Aston Villa menjadi puncak dari rangkaian hasil yang jauh dari harapan. Tottenham belum meraih satu pun kemenangan dalam lima pertandingan pembuka, dan catatan dua poin plus selisih gol minus enam menempatkan mereka di posisi paling bawah klasemen sementara. Angka-angka itu sekaligus menegaskan bahwa ini adalah pembukaan musim terburuk Tottenham sepanjang sejarah mereka bermain di Premier League, lebih buruk daripada awal musim 2008-09.

Meski begitu, ada konteks lain yang perlu diperhatikan ketika menilai kondisi klub. De Zerbi melewati musim panas yang sangat sibuk di luar lapangan karena Tottenham melakukan perombakan besar-besaran pada skuad mereka. Sejumlah nama baru seperti Sandro Tonali, Mateus Fernandes, dan Jan Paul van Hecke didatangkan sebagai bagian dari perubahan besar tersebut.

Perombakan skuad dalam skala sebesar itu biasanya memang membutuhkan waktu sebelum benar-benar berjalan mulus. Pemain baru perlu beradaptasi dengan gaya permainan sang pelatih, sementara pemain lama harus menyesuaikan diri dengan peran dan rekan setim yang baru. Kombinasi itulah yang membuat hasil di lapangan belum sejalan dengan ekspektasi, terutama ketika jadwal pertandingan berjalan padat sejak awal musim.

Alasan Venkatesham Mempertahankan De Zerbi

Venkatesham menyampaikan pandangannya secara langsung dalam pertemuan Fan Advisory Board di Tottenham Hotspur Stadium. Dalam catatan rapat tersebut, ia mengakui bahwa klub telah membuat perubahan signifikan pada musim panas, baik di dalam maupun di luar lapangan, dan menyadari bahwa perubahan itu memerlukan waktu untuk memberikan dampak penuh. Pernyataan itu secara tidak langsung meminta para pendukung untuk bersabar menghadapi proses yang sedang berjalan.

Ia juga menegaskan kepercayaannya kepada Roberto De Zerbi, kepada para pemain yang baru direkrut, dan kepada seluruh perubahan yang telah dilakukan. Menurutnya, ada banyak pekerjaan besar yang sedang berlangsung di balik layar untuk memperbaiki performa tim. Sikap ini menunjukkan bahwa manajemen klub belum berencana mengubah arah hanya karena hasil buruk di lima laga pertama.

Posisi seorang pelatih di klub besar memang hampir selalu bergantung pada dua hal: hasil pertandingan dan kepercayaan dari pihak pengambil keputusan. Dalam kasus De Zerbi, faktor kedua masih kokoh karena manajemen memahami bahwa penyebab utama dari keterpurukan saat ini berkaitan dengan transisi skuad. Dukungan publik seperti ini juga penting untuk menjaga suasana ruang ganti agar para pemain tidak kehilangan keyakinan di tengah tekanan eksternal.

Ujian Berat di Old Trafford dan Tekanan pada Carrick

Laga melawan Manchester United menjadi ujian sekaligus peluang bagi De Zerbi untuk mengubah narasi. Ia pernah merasakan kemenangan tandang melawan United dalam satu-satunya kunjungannya di ajang Premier League, ketika Brighton mengalahkan tuan rumah 3-1 pada September 2023. Catatan itu menjadi salah satu modal mental yang bisa dibawa Tottenham ke Old Trafford akhir pekan ini.

Sejarah mencatat hanya Sam Allardyce, Ronald Koeman, Pep Guardiola, dan Andoni Iraola yang mampu memenangkan dua kunjungan tandang pertama mereka ke Old Trafford di kompetisi ini. Jika De Zerbi berhasil mengikuti jejak mereka, Tottenham tidak hanya meraih tiga poin berharga, tetapi juga mematahkan tren buruk yang saat ini membelit tim. Sebaliknya, kekalahan akan semakin memperbesar desakan agar sesuatu segera berubah.

Di sisi lain, Michael Carrick pun tidak berada dalam posisi yang nyaman di Manchester United. Pada laga terakhir, United membutuhkan gol penyeimbang di menit-menit akhir dari Matheus Cunha untuk menahan Fulham 1-1, hasil yang meninggalkan mereka di peringkat ke-12 klasemen. Di musim ini, rata-rata poin United di bawah Carrick hanya satu per pertandingan, jauh menurun dibandingkan rata-rata 2,3 poin per laga dari 17 pertandingan liga musim lalu.

Dengan tambahan satu poin di Craven Cottage, United hanya mengoleksi lima poin dari lima pertandingan liga musim ini. Jumlah itu menyamai perolehan terendah mereka pada tahap yang sama di sebuah musim Premier League, setara dengan catatan pada 2014-15. Kondisi tersebut membuat laga melawan Tottenham menjadi pertarungan dua pelatih yang sama-sama sedang ditekan untuk segera memperbaiki hasil.

Pemain Kunci Absen dan Sosok yang Perlu Diwaspadai

Carrick dipastikan tampil tanpa sejumlah pemain penting dalam laga ini. Beberapa nama seperti Benjamin Sesko, Kobbie Mainoo, Marcus Rashford, dan Karl Darlow menarik diri dari tugas bersama tim nasional masing-masing karena cedera. Absennya sejumlah penggawa utama itu tentu membatasi pilihan taktik yang bisa diterapkan United.

Ungkapan Sesko usai menarik diri dari tim nasional Slovenia memberi gambaran soal kondisi fisiknya. Lewat unggahan di Instagram, ia menegaskan selalu bermain untuk Slovenia dan akan selalu tampil dengan hati serta kebanggaan. Ia menyebut hal terpenting saat ini adalah mendedikasikan diri sepenuhnya untuk pemulihan, dan ia sudah berusaha kembali ke lapangan secepat mungkin agar bisa membantu tim nasional maupun klubnya lagi.

Dari kubu Manchester United, Bryan Mbeumo menjadi sosok yang paling patut diwaspadai Tottenham. Ia menikmati awal musim yang impresif dengan dua gol dari lima penampilan, dan kini menghadapi salah satu lawan favoritnya. Dalam enam penampilan terakhirnya melawan Spurs di Premier League, Mbeumo terlibat dalam tujuh gol, terdiri dari enam gol dan satu assist, termasuk mencetak gol di laga kandang dan tandang pada musim lalu.

Sementara itu, Mohammed Kudus menjadi kabar baik di tengah awal musim Tottenham yang suram. Meski baru bermain 123 menit di Premier League musim ini, ia menempati peringkat keempat untuk tingkat keberhasilan take-on sebesar 58,8 persen atau 10 dari 17 percobaan dengan minimal 10 take-on. Kudus juga berada di posisi kedua untuk keterlibatan gol per 90 menit bagi Tottenham sejak awal musim lalu dengan angka 0,43, dengan catatan minimal 900 menit bermain.

Statistik, Sejarah Pertemuan, dan Prediksi Laga

Pertemuan terakhir kedua tim di Old Trafford berlangsung pada Februari lalu, ketika United menang 2-0 dan mengakhiri rentetan enam laga tanpa kemenangan melawan Tottenham di Premier League dengan rincian tiga imbang dan tiga kalah. Namun, United saat ini justru belum menang dalam tiga laga liga terakhir mereka dengan dua hasil imbang dan satu kekalahan. Terakhir kali mereka melalui empat pertandingan liga tanpa kemenangan adalah pada Mei 2025 dalam rentetan delapan laga dengan dua imbang dan enam kalah.

Ada paradoks dalam performa serangan United musim ini. Mereka berada di peringkat pertama untuk jumlah tembakan dengan 113 percobaan dan keempat untuk expected goals sebesar 9,89. Meski demikian, rasio xG per tembakan mereka hanya 0,088, yang merupakan rasio terburuk keempat di liga dan hanya lebih baik dari Hull City, Nottingham Forest, serta Tottenham. Artinya, United menciptakan banyak peluang, tetapi kualitas peluangnya rendah.

Rekor tandang Tottenham ke markas United juga tidak berpihak kepada mereka. Spurs telah kalah 25 kali di laga tandang Premier League melawan United, dan hanya Everton yang lebih banyak menelan kekalahan di kandang lawan pada satu lawan tertentu, yaitu 26 kali ketika bertandang ke Arsenal. Tottenham juga tidak pernah menang dalam 37 pertandingan liga terakhir ketika mereka kebobolan lebih dulu, dengan rincian delapan imbang dan 29 kalah, dan hanya periode September 1996 hingga Agustus 1998 yang lebih panjang dengan 38 laga. Selain itu, Tottenham hanya gagal menang dalam enam laga pembuka pada 1912-13, 2008-09, dan 1955-56, serta mengumpulkan poin paling sedikit, yaitu 18, di antara tim yang selalu bermain di Premier League pada 2026.

Berdasarkan perhitungan Opta, peluang Manchester United memenangkan laga ini mencapai 54,1 persen. Peluang hasil imbang berada di angka 23,6 persen, sementara peluang Tottenham menang hanya 22,3 persen. Angka-angka itu sejalan dengan kondisi kedua tim, tetapi sepak bola sering kali menawarkan kejutan ketika sebuah tim berada di titik terendahnya.

Kesimpulan

Dukungan untuk De Zerbi di Tottenham dari Vinai Venkatesham menegaskan bahwa manajemen klub memilih untuk bersabar di tengah start terburuk mereka di Premier League. Catatan dua poin dan selisih gol minus enam setelah lima laga memang memprihatinkan, namun perombakan besar pada skuad musim panas ini diyakini sebagai proses yang membutuhkan waktu. Laga di Old Trafford melawan Manchester United, yang juga sedang dalam tekanan bersama Michael Carrick, menjadi kesempatan bagi Tottenham untuk mulai membalikkan keadaan.

Hasil di Old Trafford bisa memberi gambaran lebih jelas tentang arah perjalanan Tottenham musim ini. Jika De Zerbi mampu memanfaatkan momentum dan kembali meraih hasil positif di markas United seperti yang pernah ia lakukan bersama Brighton, kepercayaan yang diberikan manajemen akan terasa lebih berdasar. Sebaliknya, tekanan akan terus menumpuk, dan jeda internasional berikutnya bisa menjadi momen penuh pertanyaan bagi klub maupun pelatihnya.