Liverpool vs Como berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk tuan rumah pada laga uji coba pramusim terakhir yang digelar di Anfield, Minggu (16/8/2026). Dua gol kemenangan The Reds dicetak oleh Cody Gakpo dan Jeremy Jacquet, yang menjalani debutnya bersama klub. Jacquet, bek muda berusia 21 tahun, bahkan tampil sebagai bintang dalam pertandingan tersebut.
Hasil ini menjadi suntikan kepercayaan diri yang sangat dibutuhkan Liverpool menjelang dimulainya Premier League musim 2026/27. Sebab, pekan sebelumnya The Reds sempat kehilangan keunggulan dua gol saat menghadapi Monaco, sehingga kemenangan dengan catatan clean sheet kali ini terasa amat penting. Kini perhatian langsung dialihkan ke laga pembuka melawan Newcastle di St James’ Park pada 23 Agustus mendatang.

Jalannya Pertandingan Liverpool vs Como: Dua Gol di Babak Pertama
Liverpool membuka keunggulan pada menit ke-23 melalui aksi apik Jeremie Frimpong yang dengan brilian menemukan Gakpo. Gakpo kemudian melepaskan tembakan untuk membawa Liverpool unggul 1-0. Sebelum gol tersebut, Alexander Isak sempat nyaris mencetak gol andai tembakannya tidak membentur tiang jauh gawang pada menit ke-8.
Gol kedua datang pada menit ke-44, tidak lama sebelum turun minum. Gakpo mengirim umpan silang dari sisi lapangan yang kemudian disontek oleh Jacquet untuk menggandakan keunggulan Liverpool menjadi 2-0. Gol ini menjadi aksi terakhir Jacquet karena ia ditarik keluar pada jeda babak pertama dan digantikan oleh rekrutan anyar lainnya, Ronald Araujo.
Memasuki babak kedua, tempo permainan Liverpool menurun dan Como justru lebih banyak menguasai bola. Meski menikmati penguasaan bola, Como gagal mencetak gol dan hanya mampu menciptakan ancaman lewat tembakan Rodriguez yang mengenai sisi jaring pada menit ke-58 serta upaya Diao yang menyentuh mistar gawang di menit ke-85. Liverpool hampir menambah gol ketika Ryan Gravenberch melepaskan tembakan yang membentur mistar gawang pada menit ke-89.
Momen Kunci Laga Liverpool vs Como
- Menit ke-8: Tembakan Isak menghantam tiang jauh setelah ia menyambar bola pantul.
- Menit ke-23: Frimpong dengan brilian menemukan Gakpo untuk membawa Liverpool unggul.
- Menit ke-44: Gakpo mengirim umpan silang yang disontek Jacquet untuk memperbesar keunggulan.
- Menit ke-58: Rodriguez melepaskan tembakan yang hanya mengenai sisi jaring untuk Como.
- Menit ke-85: Diao nyaris memperkecil ketertinggalan lewat serangan balik, tetapi bola hanya menyentuh mistar gawang.
- Menit ke-89: Szoboszlai mengirim bola ke Gravenberch yang tendangannya membentur mistar.
Yang terpenting, Liverpool tidak mengulangi kesalahan saat melawan Monaco pekan lalu ketika mereka kehilangan keunggulan dua gol. Kali ini lini belakang The Reds tampil lebih kokoh meski lawan lebih mendominasi di babak kedua. Selain Gakpo dan Jacquet, Frimpong dan Rio Ngumoha juga tampil impresif, sementara Gravenberch nyaris menutup laga dengan gol.
Debut Manis Jeremy Jacquet di Tengah Sambutan Hangat Kop
Jacquet mendapat sambutan istimewa sejak awal laga. Namanya disebut paling terakhir ketika susunan pemain diumumkan, dan Anfield langsung memberikan sambutan khusus untuk bek asal Prancis tersebut. Ia pun menjawab kepercayaan itu dengan penampilan yang menonjol sepanjang 45 menit pertama.
Tepuk tangan untuk Jacquet sudah terdengar dalam 30 detik pertama lewat beberapa umpan terarah yang menunjukkan kesediaannya memberi dorongan permainan dari lini belakang. Anfield bahkan mulai meneriakkan namanya pada menit ke-15 setelah ia sukses melakukan tekel kuat tepat di depan tribun Kop. Jacquet tampil tenang, tetapi tetap menunjukkan kegarangan dalam duel-duel perebutan bola.
Penampilannya tidak sepenuhnya mulus. Ia sempat meleset dalam tekel menjelang menit ke-30 dan membutuhkan Frimpong untuk melakukan tekel penutup. Ada pula sapuan yang kurang sempurna, tetapi ia menebusnya dengan intersep krusial di dalam kotak penalti.
Gol sontekan dari umpan Gakpo menjadi penutup manis atas 45 menit perdananya sebelum digantikan Araujo. Araujo sendiri didatangkan dengan status pinjaman, tetapi Jacquet dipandang sebagai solusi jangka panjang di lini belakang Liverpool. Statistik menunjukkan Ibrahima Konate memang cepat, tetapi terkadang butuh waktu untuk benar-benar melesat. Kini kapten Liverpool Virgil van Dijk yang berusia 35 tahun membutuhkan kecepatan di lini pertahanan, dan dalam diri Jacquet ia tampaknya menemukan pasangan baru yang ideal.
Kata Andoni Iraola Setelah Liverpool vs Como
Pelatih kepala Liverpool, Andoni Iraola, mengakui timnya masih memiliki pekerjaan rumah kendati berhasil meraih kemenangan. “Kami butuh perasaan menyelesaikan laga dengan clean sheet dan memenangi pertandingan. Babak pertama memang lebih baik daripada babak kedua, tetapi setidaknya kami menjaga organisasi dan ketenangan kami,” ujar Iraola. Ia menambahkan bahwa timnya telah menemukan cara untuk mengakhiri laga tanpa kebobolan, sebuah perasaan yang sangat dibutuhkan sebelum kompetisi dimulai.
Iraola juga menilai timnya sudah lebih baik dibanding pekan lalu dan berharap pekan depan penampilannya bisa meningkat lagi. Banyak pemain yang menjalani 90 menit penuh dan finis tanpa kram, yang menjadi salah satu indikator perkembangan positif. Meski begitu, terutama di babak kedua, ia menegaskan Liverpool perlu tampil lebih baik lagi.
Pelatih asal Spanyol itu juga memberikan pujian khusus kepada Jacquet dan Araujo. “Jeremy bermain sangat baik, Ronald juga bermain sangat baik saat masuk. Ada juga penampilan yang sangat bagus dari Jeremie Frimpong, yang bermain 90 menit sebagai bek kanan, membantu kami secara ofensif tetapi juga menutup sisi lapangannya dengan sangat baik,” ungkap Iraola. Beberapa penampilan apik di lini belakang menjadi catatan positif yang ia bawa pulang dari laga ini.
Modal Berharga Menjelang Laga Melawan Newcastle
Kemenangan ini tentu menjadi modal yang berharga, tetapi Liverpool tidak boleh berpuas diri karena ujian sesungguhnya sudah menanti. The Reds akan membuka musim Premier League dengan bertandang ke markas Newcastle, St James’ Park, pada 23 Agustus mendatang. Laga tersebut akan disiarkan langsung oleh Sky Sports dan menjadi tolak ukur sejauh mana kesiapan tim asuhan Iraola.
Ada sejumlah pemain yang masih perlu meningkatkan performa jelang laga tersebut. Alexander Isak dan Florian Wirtz yang sama-sama mencetak gol saat melawan Monaco pekan lalu justru tampil memudar di laga ini. Isak, mantan striker Newcastle, sempat membentur tiang gawang di awal pertandingan sebelum akhirnya meredup, sementara Wirtz gagal memberikan dampak yang diharapkan.
Sebaliknya, Jacquet telah memberikan alasan kuat untuk dipertimbangkan sebagai starter melawan Newcastle. Dengan clean sheet yang diraih dan performa solid lini belakang, Iraola memiliki banyak pilihan menarik untuk meramu komposisi tim terbaiknya. Pertandingan sesungguhnya tentu akan jauh berbeda dari sekadar laga uji coba, tetapi fondasi yang dibangun di pramusim ini terlihat semakin kokoh.
Secara keseluruhan, kemenangan Liverpool vs Como menjadi penutup pramusim yang ideal bagi The Reds. Pertahanan tampil lebih solid dengan catatan clean sheet, Jacquet memberikan opsi baru yang menjanjikan di lini belakang, dan Frimpong membuktikan kualitasnya di sisi kanan. Namun, semua itu baru akan teruji ketika Premier League benar-benar bergulir.
Kini seluruh perhatian tertuju pada laga pembuka melawan Newcastle di St James’ Park. Bek debutan berusia 21 tahun itu telah menunjukkan bahwa ia siap bersaing memperebutkan tempat utama, tetapi keputusan akhir tetap berada di tangan Iraola. Satu hal yang pasti, The Reds menutup pramusim dengan modal kepercayaan diri yang jauh lebih baik dibanding pekan lalu.
